Jumat 26 Maret 2021, 11:10 WIB

Earth Hour 27 Maret, Yuk Padamkan Lampu 1 Jam

Suryani Wandari | Humaniora
Earth Hour 27 Maret, Yuk Padamkan Lampu 1 Jam

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Suasana Monas yang penerangannya dipadamkan saat berlangsung Earth Hour di Jakarta, Sabtu (30/3/2019)

 

World Wildlife Fund for Nature (WWF) kembali menginisiasi kampanye kampanye Global Earth Hour pada tahun ini. Komunitas Earth Hour di Indonesia pun telah siap memadamkan lampu dan peralatan listrik selama satu jam pada Sabtu (27/3) mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempa.

Kegiatan ini merupakan sebuah pengingat atau pertanada agar selalu ingat untuk menjaga bumi sebagaimana laju pemanasan global dan dampak perubahan iklim telah dirasakan saat ini.

"Mematikan lampu adalah cara mudah untuk merawat bumi. Ini menyimbolkan bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan agar tidak habis," kata Direktur Konservasi WWF Indonesia Lukas Adhyaksa dalam Konferensi Pers, Kamis (25/3).

Baca juga: Tren Kematian Turun Jadi Motivasi Kualitas Penanganan Covid-19

Earth Hour merupakan gerakan akar rumput terbesar di dunia yang sudah dilakukan sejak 2007. Tahun ini earth hour di dunia telah diikuti oleh 190 negara. Sementara di Indonesia ada 33 kota. kabupaten dan provinsi yang akan berpartisipasi dan diikut 2000 volunteer aktif di seluruh Indonesia. Perayaan earth hour akan dipusatkan di Bandung Jawa Barat.

Tahun lalu, menurut Direktur Eksekutif/Chief Executive Officer Yayasan WWF Indonesia, Dicky Simorangkor, menjadi pembelajaran penting bagaimana kehidupannya tergantung pada alam, apalagi 2020 terjadi covid-19 dan serangkaian bencana alam.

"Kejadian yang terjadi menyadarkan kita bahawa manusia akan menanggung konsekuensi dan dampak atas segala perubahan yang terjadi pada alam. Dampaknya terjadi terhadap kehidupan sosial, ekonomi, ekologi maupuan kesehatan kita sendiri. Inilah saatnya menjaga bumi kita agar berkelanjutan sampai pada penerus kita," kata Dicky.

Pemadaman listrik pada Earth Hour juga berdampak bukan hanya pada keberlangsungan keberagaman hayati, ekosistem lingkuangan hidup, tetapi berdampak pada ekosistem pendidikan yang lebih berkualitas yang lebih merata.

"Akhirnya ini akan menumbuhkan kompetensi yang utuh," kata perempuan yang akrab dipanggil Ela ini. Ia juga mengatakan saat ini tujuan pendidikan nasional yakni membuat profil pelajar Pancasila yang salah satu komponen dimensinya beriman dan bertakwa kepada Tuhan.

"Berakhlak mulia itu sangat erat berkait sebetulnya akhlak kepada lingkungan. Itu menjadi bagian menumbuhkan pemahaman beragama dan spiritual yag utuh di pemuda dan anak Indonesia untuk kreatif, mandiei untuk punya kebinekaan global, isu yang berkaitan dengan lingkungan hidup," kata dia

Untuk itu, WWF pun mengajak semua orang untuk turut berkontribusi memadamkan listrik selama satu jam untuk menjaga lingkungan. (H-3)

Baca Juga

Antara

Mencapai Net Zero Emission 2030-2035 Mengunakan Teknologi Nuklir

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:32 WIB
Dewasa kini stigma negatif yang timbul di masyarakat tentang nuklir memang masih...
Dok. Kalbis Institute

Sesuaikan Kebutuhan Industri, Kalbis Institute Ubah Kurikulum dan Tambah Konsentrasi di Prodi Akuntansi 

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:30 WIB
Saat ini Program Studi Akuntansi Kalbis Institute memiliki beberapa konsentrasi seperti Accounting & Tax, Auditing, Digital Business...
Dok. Pribadi

Rayakan Hari Gizi dan Makanan Nasional, Putri Habibie Gelar Kelas Praktik Memasak Ikan Patin 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:12 WIB
Kegiatan itu juga merupakan bagian dari program utama Yayasan Berdaya Putri Habibie yang bertajuk “Pangan Lokal Bergizi”...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya