Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI Covid-19 membawa dampak signifikan pada berbagai sektor terutama di bidang kesehatan, ekonomi, dan kehidupan sosial bermasyarakat.
Cepatnya persebaran wabah Covid-19 membuat negara-negara di dunia sangat kewalahan untuk menghadapinya. Indonesia dan dunia sepanjang tahun 2020 bergumul dengan persoalan pandemi yang sampai hari ini dampaknya masih terasa.
Antara Agustus hingga Desember 2020, tim peneliti Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia (SKSG) dengan bantuan hibah dari Direktorat Riset dan Pengembangan UI berinisiatif melakukan kajian yang fokus pada dampak pandemi terhadap aspek sosial, ekonomi, dan keamanan di Indonesia.
Policy brief tim peneliti SKSG UI berjudul ‘’Anatomi Pandemi Covid19 di Indonesia: Perspektif Multidisiplin’’. Berdasarkan kajian tersebut ditemukan fakta-fakta seputar dampak yang benar-benar di rasakan pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kajian tersebut juga dilakukan pendalaman masalah untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut.
Guna diseminasi informasi hasil penelitian serta mencari solusi stragis menghadapi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia menggelar Webinar dan Launching Policy Brief, Rabu (24/3).
Acara dibuka oleh Direktur SKSG UI, Athor Subroto, para pembahas menghadirkan ahli epidemologi UI dr. Pandu Riono, MPH, PhD, serta I Made Rentin mewakili Gubernur Bali Dr. I. Wayan Koster yang berhalangan hadir.
Acara launching dilakukan secara daring menggunakan Zoom serta disebarluaskan melalui Chanel Youtube SKSG UI.
Pandu Riono dalam pemaparannya menekankan tentang pentingnya program vaksinasi yang tepat sasaran. Menurutnya, vaksinasi sepatutnya tidak hanya berfokus pada kuantitas atau target jumlah penduduk yang divaksin melainkan harus dilaksanakan dengan pintar dengan memerhatikan faktor strategis. Pasalnya, kata dia, virus Covid-19 terus bermutasi.
Ia merekomendasi prioritas vaksinasi setidaknya ada tiga. Pertama, prioritas lansia dan komorbid untuk menekan angka kematian. Kedua, menerapkan area (clustering) priorotas vaksin. Ketiga, penduduk berisiko (tenaga pengajar dan pelayanan umum).
Sementra Muhammad Sya’roni Rofii, PhD, selaku ketua tim peneliti Policy Brief SKSG UI mengatakan Policy Brief yang mereka buat merupakan hasil kerja akademik selama 7 bulan sejak Agustus 2020. Selama melakukan kajian melibatkan para kepala daerah dan akademisi dari Provinsi Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, serta Nusa Tenggara Barat.
Ia mengatakan pihaknya berharap policy brief ini bisa menjadi bahan masukan untuk menciptakan cetak biru melawan pandemi pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang baik di level pemerintah pusat maupun daerah.
"Kita juga mendorong supaya UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan segera dilakukan amandemen dengan berkaca pada kondisi yang kita alami selama ini," tandas Sya’roni yang juga dosen SKSG UI.
KEBIJAKAN pembatasan media sosial bagi anak melalui Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi UI untuk memperkuat perannya sebagai kampus unggul dan berdampak luas. “
Ke depan, UI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin baik, andal, dan responsif melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan.
Tim Labmino merupakan delegasi dari Indonesia yang untuk pertama kali berhasil menembus jajaran Global Ambassador SFT.
Tim UI menggunakan teknologi *Remotely Operated Vehicle* (ROV) atau drone bawah air untuk memetakan kondisi visual terumbu karang.
Sejak diaktifkan kembali pada 25 Februari 2012, IKA Notariat UI terus bertransformasi menjadi wadah komunikasi dan kontribusi bagi almamater serta masyarakat.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved