Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERMASALAHAN klasik masih terjadi di dunia perpustakaan Indonesia seperti belum idealnya rasio ketercukupan koleksi, tenaga perpustakaan, serta akses layanan perpustakaan yang belum merata. Hal itu terungkap dalam Rakornas Bidang Perpustakaan yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando dalam penutupan rakornas secara daring yang dipantau di Jakarta, Selasa (23/3) mengatakan dalam rakornas tampak upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan permasalahan tersebut. Baik melalui pendanaan langsung dari APBN seperti penyaluran dana DAK, kegiatan dekonsentrasi, berbagai insentif dan bantuan perpustakaan, serta melalui pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan.
"Kami optimistis dengan jerih payah kita semua dan dukungan pemerintah daerah akan membawa kemajuan perpustakaan dalam upaya memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Utamanya dalam peningkatan budaya literasi, inovasi, dan kreativitas untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berpengetahuan dan berkarakter," terang dia.
Dalam rakornas kali ini, dihasilkan enam rekomendasi untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Pertama, Perpusnas, perpustakaan umum, daerah, sekolah dan pemangku kepentingan saling bersinergi dalam peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas sebagai salah satu pilar dalam mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.
Kedua, perpustakaan daerah diminta untuk menyusun program dan kegiatan yang mendorong capaian urusan bidang perpustakaan yaitu tingkat kegemaran membaca masyarakat bertambah dengan indikator peningkatan nilai tingkat kegemaran membaca masyarakat dan literasi masyarakat meningkat.
Ketiga, Perpusnas, perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi, sekolah/madrasah berupaya meningkatkan rasio ketercukupan tenaga perpustakaan melalui rekrutmen, inpassing, dan berupaya meningkatkan tenaga perpustakaan dengan mengusulkan pengangkatan tenaga PPPK ke Kementerian PANRB yang di koordinasikan oleh Perpustakaan Nasional.
Keempat, perpustakaan daerah berupaya meningkatkan program layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial melalui replikasi atau perluasan ke wilayah baru, dan juga membangun jejaring di antara pelaku transformasi perpustakaan dan juga jejaring ke pihak swasta atau pemangku kepentingan terkait lainnya untuk meningkatkan manfaat nyata perpustakaan di masyarakat.
Kelima, Perpusnas, perpustakaan daerah, kampus dan sekolah berkomitmen meningkatkan peran ASN sebagai agen literasi dengan menjadi motor dan garda terdepan dalam menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi masyarakat secara luas, melalui pemanfaatan lembaga perpustakaan serta memaksimalkan penggunaan teknologi informasi sehingga dapat mengembangkan budaya literasi masyarakat dan mempercepat terciptanya masyarakat yang literat.
Keenam, pustakawan agar menjalin sinergitas dengan pengajar dalam merancang metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan keterampilan siswa dan kemampuan berfikir kritis dalam menghadapi era industri 4.0 dan pembelajaran jarak jauh. (Ant/OL-15)
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved