Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) melakukan upaya pemulihan ekosistem gambut di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program Ketahanan Pangan (Food Estate) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di areal Eks PLG 1 Juta Hektare.
Adapun upaya pemulihan ekosistem gambut di Kalteng meliputi kegiatan inventarisasi karakteristik ekosistem gambut skala 1:50.000 pada 9 KHG seluas 1.277.800 hektare. Kemudian, pembangunan 663 sekat kanal dengan luas areal yang terpulihkan (terbasahkan) seluas 36.298,7 hektar.
"Kegiatan tersebut juga mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut. Berupa kegiatan pemulihan ekosistem gambut berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 16 Tahun 2017," ujar Dirjen PPKL Karliansyah dalam keterangan resmi, Minggu (21/3).
Baca juga: Ancaman Karhutla Terjadi Setiap Saat
Pekerjaan pembangunan sekat kanal di Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, melibatkan masyarakat desa sebanyak 6.704 orang. Mereka terdiri dari 4.936 orang laki-laki dan 1.768 orang perempuan yang melakukan berbagai item pekerjaan pembangunan sekat kanal.
"Besaran dana yang tersalurkan kepada masyarakat melalui pembangunan sekat kanal sebesar Rp32,89 miliar," ungkap Karliansyah.
Selain itu, Kementerian LHK melaksanakan Program Desa Mandiri Peduli Gambut di 47 desa dan 8 desa dengan besaran dana tersalurkan sebesar Rp34,92 miliar. Kegiatan tersebut berupa rehabilitasi vegetasi menggunakan tumbuhan petai, jengkol, sengon, karet, meranti, bambu puring dan rumbia.
Baca juga: Asap Karhutla Bisa Memperparah Pasien Covid-19
Berikut, peningkatan pendapatan masyarakat melalui komoditas pertanian. Seperti, cabai, tomat dan terong. Selanjutnya, peningkatan nilai komoditas dengan mengembangkan usaha anyaman rotan.
Adapun kegiatan lainnya ialah budidaya perikanan papuyu, patin, betok, toman, nila dan lele dumbo. Serta, budidaya peternakanayam pedaging dan itik. "Mereka membangun kolam perangkap ikan (kolam beje), dan penyediaan air bersih. Masyarakat juga membangun sekat kanal secara mandiri," imbuhnya.
"Selain penyaluran dana melalui kegiatan, capaian dari program ini pembangunan 24 sekat kanal yang membasahi areal gambut seluas 720 hektar. Lalu, rehabilitasi vegetasi seluas 173 hektar," pungkas Karliansyah.
Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan secara bertahap meningkatkan kesehatan ekosistem gambut di eks PLG Provinsi Kalteng, menurunkan karhutla dan menyejahterakan masyarakat.(OL-11)
Hujan petir berpotensi terjadi di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Selain itu, perlu diwaspadai udara kabur di Kalimantan Barat dan Papua Pegunungan
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Fokus utama program ini adalah memutus rantai keterbatasan akses dengan menyediakan beasiswa prestasi dan pembiayaan studi profesi bagi para guru.
"Kami bukan menghadirkan cerita dari point of view (pov) korban makhluk mistis itu, melainkan kami angkat folklore sebagai akar dari Kuyang dengan emosi yang universal,"
MG resmikan dealer di Pontianak. Ini dealer kedua MG di Pulau Kalimantan sebagai perluasan layanan penjualan dan purnajual di Indonesia.
Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi Hujan Sedang hingga Lebat. Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Lokasi rawan kebakaran gambut sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utamanya.
Di sebuah ladang sederhana di kawasan timur Inggris, eksperimen bersejarah tengah dilakukan. Ahli ekologi sekaligus petani padi pertama di Inggris, berhasil menumbuhkan padi.
Perkebunan monokultur skala besar di area konsesi korporasi masih menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini.
Pantau Gambut mengatakan kondisi 2025 masih menunjukkan pola rawan karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Periset Pusat Riset Hortikultura BRIN Fahminuddin Agus menyatakan lahan gambut merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar, terutama jika tidak dikelola dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved