Sabtu 20 Maret 2021, 23:45 WIB

Vaksin AstraZeneca Bisa Digunakan lantaran Kondisi Mendesak

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Vaksin AstraZeneca Bisa Digunakan lantaran Kondisi Mendesak

AFP/Frank Augstein.
Vaksin Astrazenecca.

 

SEBANYAK 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia pada Senin (8/3). Tapi, vaksin tersebut hingga kini belum digunakan dalam program vaksinasi covid-19. Hal ini lantaran ada isu penggumpalan darah yang terjadi pascavaksin.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan vaksin AstraZeneca bisa digunakan mengingat ada keputusan dari BPOM dan MUI.

"Terkait AstraZeneca, sesuai dengan keputusan BPOM dan fatwa MUI bisa digunakan dan saya mendapatkan informasi yang paling valid sehingga kelayakannya bisa dipertanggungjawabkan, baik dari segi medis maupun agama," kata Muhadjir ketika ditemui di Kantor Media Grup, Kedoya Jakarta Barat, Sabtu (20/3).

Mengingat kegunaan vaksin itu dilakukan dalam keadaan mendesak, Muhadjir dan MUI menilai vaksin AstraZeneca dapat digunakan karena sesuai kajian islam.

"Keadaan darurat ini harus diatasi dengan cara apapun. Dalam bahasa agamamya, kalau itu menyangkut mengancam hidup manusia apalagi bangsa, harus digunakan," ucapnya,

Sebelumnya MUI menyatakan AstraZeneca mengandung zat yang berasal dari babi. Alih-alih melarang, MUI memperbolehkan vaksin AstraZeneca bagi umat Islam berdasarkan kajian fikih.

"Vaksin covid-19 yang diproduksi AstraZeneca hukumnya haram karena dalam tahapan produksinya memanfaatkan lipsin yang mengandung babi. Walau demikian, penggunaan vaksin covid-19 produksi AstraZeneca saat ini hukumnya dibolehkan," kata Ketua MUI bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh dalam konferensi pers, Jumat (19/3).

MUI menyatakan bahwa fatwa yang memperbolehkan vaksin AstraZeneca dengan pertimbangan bahwa ada pernyataan dari ahli terkait bahaya dan risiko yang fatal jika masyarakat tidak divaksinasi covid-19. Selain itu, ketersediaan vaksin yang halal tidak mencukupi kebutuhan masyarakat sebagai ikhtiar untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd imunity). (OL-14)

Baca Juga

DOK.MI

Sudirman Said Pimpin Forum Solidaritas Kemanusiaan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Juli 2021, 23:55 WIB
Forum itu dibentuk untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait penanganan pandemi...
Antara

Kelompok Milenial Ajak Patuh dan Tenang Selama PPKM Level 4

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Juli 2021, 23:24 WIB
Masyarakat diajak tenang dan patuh selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 yang resmi diperpanjang hingga 2...
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/pras.

Masa Pandemi, Ketahui Syarat jadi Penumpang KAI Mulai 26 Juli 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Juli 2021, 23:20 WIB
Khusus perjalanan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa, pelanggan juga diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Dunia Usaha Jangan Menyerah

BADAI covid-19 kembali menerpa Indonesia. Sapuan gelombang kedua itu otomatis membuat berbagai rencana yang telah disusun harus dihitung ulang.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya