Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito menegaskan pihaknya telah mengevaluasi vaksin covid-19 AstraZeneca secara menyeluruh. Evaluasi ini dilakukan sebelum BPOM mengeluarkan izin penggunaan atau Use Emergency Authorization (UEA).
"Kami tentu saja telah melakukan full evalutaion atau evaluasi secara menyeluruh untuk vaksin AstraZenca," tegas Penny kepada wartawan, Jakarta, Selasa (16/3).
Pernyataan itu disampaikan setelah adanya isu pembekuan darah akibat vaksin AstraZeneca di berbagai negara. Penny mengatakan BPOM telah melakukan evaluasi mulai dari mutu hingga keamanannya.
Baca juga: UKI Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Karyawan dan Alumni Lansia
Evaluasi dilakukan bersama tim ahli yang tergabung dalam Komite Nasional Penilai Obat, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan klinisi terkait.
Berdasarkan hasil uji klinik, pemberian vaksin AstraZeneca 2 dosis dengan interval 4 hingga 12 minggu pada total 23.745 subyek dinyatakan aman dan dapat ditoleransi dengan baik.
"Dari evaluasi khasiat, pemberian vaksin AstraZeneca menunjukkan kemampuan yang baik dalam merangsang pembentukan antibody, baik pada populasi dewasa maupun lanjut usia," kata Penny.
Sementara, evaluasi efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan sedang.
Efek samping yang paling banyak adalah reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan, gatal, dan pembengkakan.
"Ada juga reaksi sistemik yang ringan seperti kelalahan, meriang, nyeri otot, nyeri sendi, demam, mual dan muntah," ujar Penny.
Selanjutnya, evaluasi mutu, BPOM evaluasi menyeluruh dari dokumen mutu yang disampaikan mulai dari kontrol mutu bahan awal, proses pembuatan antigen dan produk vaksin.
Secara umum, vaksin covid-19 AstraZeneca memenuhi syarat.
Pengadaan Vaksin AztraZeneca melalui dua jalur, yakni multilateral dan bilateral. Sebanyak 1,1 juta Vaksin AstraZeneca yang sudah masuk ke Indonesia melalui jalur multilateral. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved