Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan adanya fenomena Long Covid-19 yang dialami pasien usai sembuh dari infeksi tidak berdampak dan menular pada orang lain.
"Mereka yang menderita Long Covid-19 tidak akan menularkan ke orang di sekitar. Meski perlu ada penelitian lebih lanjut," kata Prof Wiku dalam konferensi pers perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia Selasa (9/3).
Sejauh ini, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga telah mengamati gejala berkepanjangan yang diderita long covid, umumnya adalah kelelahan, kesulitan bernafas, batuk, sakit persendian dan sakit dada.
"Gejala lain yang mungkin ditemui adalah kesulitan berpikir dan berkonsentrasi atau sering disebut brain fog, depresi, sakit pada otot, sakit kepala, demam dan jantung berdebar. Meski kasusnya jarang ada komplikasi medis yang menyebabkan masalah kesehatan berkepanjangan terhadap beberapa penyintas," sebutnya.
Baca juga: Besok, Presiden Tinjau Vaksinasi Seniman-Budayawan di Yogyakarta
Dia menambahkan kondisi itu mempengaruhi sistem organ tubuh yang berbeda antara lain terjadi pembengkakan otot jantung, masalah fungsi pada paru-paru, kerusakan ginjal akut, gatal-gatal hingga rambut rontok serta masalah pada indra penciuman dan perasa.
"Saya harapkan dengan temuan ini masyarakat dapat lebih waspada dampak negatif pada kesehatan ini tidak hanya dirasakan pada komorbid bahkan kepada mereka berusia muda dan tidak memiliki komorbid," paparnya.
Diketahui long Covid-19 merupakan suatu gejala Covid-19 jangka panjang yang dialami pasien beberapa bulan setelah infeksi atau saat masa pemulihan.
Hasil penelitian WHO menunjukkan penderita long covid-19 berusia 18-34 tahun, dimana 20% di antaranya tidak memiliki komorbid.
Meskipun gejala yang dialami penderita Covid-19 berbeda-beda. Namun, sebagian besar penderita mengalami gejala ringan sampai sedang, sekitar 10-15% penderita mengalami gejala berat, dan sekitar 5% menderita gejala kritis. (OL-4)
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved