Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Hampir satu tahun pandemi Covid-19 terjadi. Berhadapan dengan banyak keterbatasan, masyarakat tetap mengembangkan berbagai hobi sebagai sarana untuk mendapatkan hiburan dan membunuh penat. Salah satu hobi yang semakin populer saat pandemi adalah aquascape atau seni menghias akuarium dengan tanaman maupun hewan sehingga menghadirkan pemandangan yang indah.
Menurut data Google Trend, ketertarikan masyarakat terhadap aquascape meningkat mulai awal karantina wilayah diberlakukan dan mencapai puncaknya pada Juni 2020.
Hal ini turut didukung dengan temuan riset Bank Mandiri yang menyatakan bahwa pengeluaran masyarakat kelas atas untuk kategori hobi meningkat signifikan sepanjang Juni-September 2020. Ekonom Chatib Basri memaparkan bahwa ada cukup banyak masyarakat yang mengalihkan belanja non-esensial untuk kegiatan hobi seperti merawat tanaman atau ikan hias di rumah.
Senada, penelitian dari Universitas Indonesia juga mengungkapkan jika memelihara ikan cupang dan tanaman hias termasuk hobi yang paling diminati selama pandemi.
Tak hanya sekadar menjadi hobi, aquascape rupanya dapat membawa manfaat yang positif bagi kesehatan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Plymouth, Inggris menemukan bahwa menghabiskan banyak waktu dengan akuarium mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Memperhatikan gerak ikan atau tumbuhan di dalam akuarium rupanya dapat menurunkan stres, rasa sakit & cemas, hingga meningkatkan kualitas tidur dan produktivitas. Di tengah pandemi yang rentan memicu stres, aquascape dan banyak manfaatnya ini dapat menjadi alternatif aktivitas yang menarik.
Di balik setiap tren, terdapat peluang bisnis yang menjanjikan bagi mereka yang jeli melihatnya. Seperti yang dilakukan oleh Wendy Kurniawan, seorang aquascaper dan pelaku UKM yang mengawali bisnisnya dari hobi. Kini, bisnis aquascape yang ia geluti berkembang semakin pesat kala pandemi. Ia mengungkapkan bahwa market terbesar bisnis aquascape adalah para pekerja yang tengah mencari hobi baru. “Berawal dari harga ratusan ribu, sekarang aquascape termahal yang pernah saya jual harganya sampai seratus juta rupiah. Itu akuarium terbesar yang saya buat, ukurannya sekitar empat meter,” kata Wendy.
Ninja Xpress mengulas keahlian aquascape Wendy Kurniawan dalam serial video YouTube BERGURU (Belajar Ragam Usaha Baru). Konten mingguan ini merupakan upaya Ninja Xpress untuk memberi inspirasi bagi masyarakat produktif mencoba hal baru dan memulai bisnis dari rumah. BERGURU juga merupakan bagian dari kampanye #ObsesiUntukNegeri, yang merupakan komitmen Ninja Xpress dalam mendukung dan membantu UKM serta merek lokal untuk terus berkembang.
Andi Djoewarsa, Chief Marketing Officer Ninja Xpress menuturkan, “Ninja Xpress sebagai mitra UKM memahami jika pandemi merupakan saat yang sulit bagi pelaku UKM. Di saat seperti ini, penting bagi pelaku UKM untuk melakukan inovasi, baik dengan membuat produk baru yang masih terkait dengan bisnis utama, maupun produk yang benar-benar baru yang tidak terkait dengan bisnis utama. Yang kedua ini dapat dilakukan dengan mencermati tren yang diminati oleh pasar di kondisi saat ini.” (RO/OL-12)
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved