Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 10 juta vaksin dalam bentuk bahan baku telah datang ke Indonesia. Kedatangan tahap keempat, melengkapi tiga tahap sebelumnya yakni di Desember 2021 saat pertama kali Indonesia mendatangkan 1,2 juta vaksin jadi covid-19 dari Sinovac, disusul di bulan yang sama sebanyak 1,8 juta dosis vaksin jadi dan Januari 2021 sebanyak 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku.
Upaya ini demi mengamankan ketersediaan vaksin melalui kerja sama bilateral bagi 181 juta rakyat Indonesia guna membentuk 70% herd immunity.
PT Bio Farma (Persero) atau Bio Farma sudah memproduksi bahan baku vaksin Sinovac tahap ketiga tersebut sejak 14 Januari 2021. Kemajuan proses produksi ini menjadi penambah optimisme bagi program vaksinasi yang terus berjalan hingga kini.
“Mudah-mudahan bisa selesai secepatnya sebanyak 13 batch, dan 1 batch berisi 950 ribu dosis, jadi sekitar 13 juta dosis yang sudah kami siapkan dalam waktu dekat ini. Nantinya 13 batch ini akan kembali diuji mutu dahulu oleh Bio Farma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) agar memenuhi syarat,” kata Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma Bambang Heriyanto, Selasa (9/2).
Kemudian, bahan baku vaksin Sinovac yang datang pada tahap keempat sebanyak 10 juta tentu diproduksi setelah bahan baku 15 juta selesai diproduksi.
“Jadi nanti akan dilanjutkan produksinya dan diperkirakan selesai pertengahan Maret 2021,” imbuhnya.
Baca juga: Regulasi Vaksin Mandiri bakal Rampung Bulan Ini
Untuk pendistribusian seluruh vaksin covid-19, Bio Farma telah menyiapkan track and trace system.
“Kami menggunakan sistem pelacakan agar kualitas vaksin terjamin mutunya sampai ke penerimanya. Bio Farma menyediakan satu sistem seperti barcode baik di vial maupun dusnya, sehingga dapat melacak keberadaan vaksin maupun mutunya secara digital," papar Bambang Heriyanto.
Bambang Heriyanto mengakui vaksinasi bukan satu-satunya alat untuk mengatasi pandemi, justru semua pihak bisa mengalahkan pandemi dengan berbagai macam cara.
"Jangan sampai vaksin ini membuat kita merasa bebas tanpa menjaga protokol kesehatan dan pola hidup bersih. Kedua Bio Farma tentu mengharapkan kemandirian memproduksi vaksin merah putih, mudah-mudahan Bio Farma dengan kemampuannya saat ini bisa mensinergikan lembaga riset dan perguruan tinggi, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri tapi juga ekspor ke luar negeri,” pungkasnya.(OL-5)
PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi HPV Massal untuk mencegah kanker serviks
Predikat tertinggi yang diraih BUMN kesehatan dalam ajang ini menjadi yang ke tiga kali secara berturut-turut
Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan dasar bagi warga terdampak, antara lain beras, mi instan, minyak goreng, selimut, susu bayi, bubur bayi, serta makanan ringan lainya.
Bantuan ini menjadi komitmen BUMN sektor kesehatan itu untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses perlindungan kesehatan dasar pada fase darurat bencana.
Peningkatan standar kompetensi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi BUMN
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memberikan sertifikat halal untuk PT Bio Farma untuk vaksin yang di produksi oleh BUMN kesehatan yakni vaksin HPV NusaGard.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved