Rabu 27 Januari 2021, 19:45 WIB

Kemenkominfo: 30 persen Masyarakat Indonesia Ragukan Vaksin Covid

mediaindonesia.com | Humaniora
Kemenkominfo: 30 persen Masyarakat Indonesia Ragukan Vaksin Covid

Antara
Pemerintah Indonesia mulau melaksanakan vaksinasi Covid-19 pada 14 januari 2021.

 

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan informasi hoaks dan kabar bohong mengenai vaksin menyebabkan 30 persen masyarakat Indonesia masih meragukan keamanan dan kehalalan vaksin.

“Dampaknya 30 persen masyarakat Indonesia meragukan keamanan dan kehalalan vaksin,” kata Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Prof DR Widodo Muktiyo, Rabu (27/1).

Menurut data Kemenkominfo sebanyak 90,3 persen berita hoaks tersebar di berbagai platform media massa maupun sosial termasuk soal vaksin COVID-19.

Kementerian Komunikasi dan Informatika melansir bahwa pemberitaan itu sengaja disebar. karena itu, pihaknya berupaya memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk menekan penyebaran COVID-19 sekaligus penanganannya.

Ia mengatakan pihaknya berupaya melakukan diseminasi informasi penanganan COVID-19 seluas mungkin dengan menggunakan TIK.

"Upaya kami dalam memanfaatkan TIK untuk penanganan COVID-19 diterapkan dalam beberapa program di antaranya pengembangan aplikasi PeduliLindungi, website covid19.go.id, dan integrasi sistem data gugus tugas,” katanya.

Baca Juga: RI Target Vaksin Covid-19 Buatan dalam Negeri Diproduksi 2022

Pihaknya juga memanfaatkan chatbot whatsapp covid19.go.id, kemudiaan penyediaan call center 112, 117, dan 119.

"Melalui TIK juga, kami melakukan program monitoring dan penanganan hoaks, lalu juga diseminasi informasi dan penyediaan internet khusus,” katanya.

Selanjutnya dikembangkan pula program dukungan telekomunikasi untuk karyawan yang Work From Home (WFH) selama pandemi, Digital Talent Scholarship, serta siberkreasi online dan startup digital.

Dan dalam rangka bulan K3 Nasional tahun 2021, pihaknya bersama Kementerian Kesehatan, Komnas KIPI serta MUI menggelar webinar nasional bertajuk “Mengapa Perlu Vaksinasi COVID -19?” dengan harapan "Semangat Bulan K3 Kita Sukseskan Vaksinasi Covid-19"

Rangkaian acara digelar mulai 22 Januari hingga 11 Februari 2021 yang melibatkan berbagai sektor.

Melalui acara itu juga diharapkan hoaks dan informasi keliru mengenai COVID-19 termasuk vaksinasi bisa diluruskan.

Dalam acara tersebut Ketua MUI Pusat KH Cholil Nafis, Lc, PhD menegaskan bahwa vaksin yang digunakan telah tersertifikasi halal. Artinya, MUI menjamin bahwa vaksin tersebut aman dan tentu saja halal.  

Sementara Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan dr. Asik Surya, MPMM, menyampaikan pemberian vaksin COVID-19 penting untuk menurunkan kesakitan dan kematian akibat COVID-19, mempercepat mencapai kekebalan kelompok (“herd community”), serta untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat.

Selain itu untuk melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, dan menjaga produktivitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Warga Lereng Merapi Diminta Tidak Panik, tapi Tetap Waspada

Baca Juga

Thinkstock

2020, Kematian Akibat Kanker Paru Meningkat 18 Persen

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:10 WIB
Data dari Global cancer statistics (Globocan) 2020 mencatat bahwa kematian karena kanker paru di Indonesia meningkat menjadi 30.843 orang...
Antara /Aloysius Jarot Nugroho

Inilah Kota yang Dinobatkan Paling Toleran se-Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:35 WIB
Kota Salatiga berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia pada tahun 2020 dengan skor 6,717 versi Setara...
Antara/Fikri Yusuf

Vaksinasi untuk Lansia Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:27 WIB
"Mereka sudah mematuhi protokol kesehatan dengan lebih banyak tinggal di rumah. Hanya 10% dari mereka yang terpapar Covid-19. Namun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya