Jumat 22 Januari 2021, 00:05 WIB

Epidemiolog: Jangan Ada Diskriminasi dalam Program Vaksinasi

Atalya Puspa | Humaniora
Epidemiolog: Jangan Ada Diskriminasi dalam Program Vaksinasi

Antara/Irwansyah Putra
Ilustrasi petugas medis yang mempersiapkan vaksin covid-19 buatan Sinovac.

 

EPIDEMIOLOG Dicky Budiman menekankan jangan ada diskriminasi dalam program vaksinasi covid-19. Pernyataannya merespons recana pemerintah untuk mengadakan program vaksinasi mandiri bagi pekerja.

"Adanya pihak swasta dalam program vaksinasi ini kalau bukan vaksin yang sama, pastinya yang dijual lebih baik kan? Biasanya proteksi lebih luas, katakanalah Pfizer, bisa seperti itu. Ada kesan diskriminatif, vaksin kelas satu, vaksin kelas dua. Ini tidak boleh terjadi. Padahal ini situasi wabah," ujar Dicky saat dihubungi, Kamis (21/1).

Selain itu, dia juga menyoroti stok vaksin covid-19 dalam program vaksinasi mandiri yang berpotensi mengganggu program vaksinasi nasional secara gratis.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dapat Lampu Hijau, Pengusaha Antusias

"Harus dipertimbangkan bagaimana dengan stoknya? Apakah ini akan mengganggu untuk kelompok rawan dan masyarakat yang harus dilindungi," pungkas Dicky.

Menurutnya, pemerintah harus mempertimbangkan dengan matang perihal program vaksinasi mandiri. Meski ada program vaksinasi mandiri, namun pemerintah harus menjamin kelancaran program vaksinasi gratis.

"Vaksinasi mandiri dalam situasi pandemi ini akan jadi isu serius. Beda dengan situasi normal, seperti hepatitis dan influenza. Dalam kondisi pandemi, harus menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan vaksin kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali," imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Regulasi Mandiri bagi Swasta

Dia pun menegaskan bahwa vaksinasi bukanlah ujung tombak dari penanganan pandemi covid-19. Dalam hal ini, vaksinasi hanya memiliki fungsi sebagai suplemen untuk mendukung kesuksesan penanganan pandemi di Indonesia.

"Vaksinasi ini kan bukan solusi tunggal dan bukan ujung tombak. Kita harus mengendalikan pandemi ini dengan deteksi dini. 3T dan 3M itu yang harus kita lakukan," tandas Dicky.(OL-11)

Baca Juga

Antara

2.248 Kasus Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:52 WIB
Sementara itu, kasus aktif bertambah 616 sehingga menjadi 16.790...
Antara

35 Juta Masyarakat Rentan dan Umum Telah Divaksin Booster

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:48 WIB
Sebanyak 5.253.088 lanjut usia telah terproteksi vaksin booster. Kemudian 7.358.241 petugas...
MI/Susanto

Kemenag Siapkan Layanan Pengaduan Haji Secara Daring 

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 23:42 WIB
Layanan aduan daring disiapkan untuk jemaah haji dan petugas, dengan mengakses link haji2022.kemenag.go.id. Kemudian, mengisi formulir jika...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya