Senin 18 Januari 2021, 16:50 WIB

Prof. Bismar Nasution : Muryanto Amin tidak Dikategorikan Plagiat

Yoseph Pencawan | Humaniora
Prof. Bismar Nasution :  Muryanto Amin tidak Dikategorikan Plagiat

Ist
Guru Besar Ilmu Hukum Ekonomi USU, Bismar Nasution

 

GURU Besar Ilmu Hukum Ekonomi  Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Bismar Nasution, SH, MH menegaskan tuduhan plagiarism kepada Muryanto Amin tidak dapat dikategorikan sebagai kasus plagiat.

Bahkan dia menyebutkan Tim Penelusuran yang khusus dibentuk Rektor USU telah melampui batas kewenangan dalam mengusut kasus ini.

"Dr. Muryanto Amin, tidak yang dapat dikategorikan plagiat. Karena semua alat bukti yang dipaparkan oleh Tim Penelusuran Dugaan Plagiat Yang Dilakukan Oleh Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si tidak memenuhi elemen plagiat sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi," beber Bismar yang juga salah seorang anggota Dewan Guru Besar USU ini kepada wartawan, Senin (18/1).

Pertimbangannya lanjut Bismar, jika diteliti Laporan Hasil Tim Penelusuran didasarkan kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi maka dapat disimpulkan tidak ada satupun dari hasil penelusuran dan telaahnya atas semua karya ilmiah Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si yang dapat dikategorikan plagiat sebagaimana diduga oleh Tim Penelusuran.

Sebab semua alat bukti yang dipaparkan oleh Tim Penelusuran kata Bismar, tidak memenuhi elemen plagiat sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 1 ayat (1) Permendiknas RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Karena yang dipaparkan sebagai fakta atau alat bukti misalnya adalah publikasi jamak (dulicate publication) dan masalah penambahan penulis yang tak satupun termasuk dalam kategori plagiat.

"Jadi dapat dikatakan bahwa dugaan plagiat tersebut secara konseptual tidak terang atau isinya gelap. Seharusnya dalam pemeriksaan dugaan plagiat tersebut fakta-fakta yang dikumpulkan harus show beyond reasonable doubt," bebernya.

Bismar juga menilai Tim Penelusuran  telah melampaui batas kewenangannya, karena hanya penyidik yang dapat menduga adanya pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta dan dugaan tersebut diperiksa oleh Pengadilan Niaga.

Baca juga : BNPB: Enam Orang Meninggal Akibat Banjir-Longsor di Manado

"Oleh karenanya, dugaan Tim Penelusuran bahwa Muryanto Amin melakukan pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta tidak dapat dijustifikasi. Apalagi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta status deliknya adalah delik aduan dan Dr. Muryanto Amin tetap memegang hak ciptanya sebagai hak eksklusif," ungkap salah seorang pakar hukum di Sumut ini.

Kemudian, Bismar juga menyoroti banyak terjadi cacat prosedural sesuai dengan perintah Pasal 11 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, Pimpinan Perguruan Tinggi.

Kemudian, Dr. Muryanto Amin  belum melakukan pembelaan atas dugaan plagiat atas dirinya dihadapan Rapat Pleno Dewan Guru Besar USU.

"Padahal dalam melaksanakan prinsip due process of law, tidak boleh terdapat cacat prosedur, apabila terdapat cacat prosedur, maka semua yang dihasilkan prosedur tersebut adalah batal," urai Bismar.

Konkretnya tegas Bismar, secara teknis Komisi I Komisi Pembinaan Suasana Akademik dan Etika Keilmuan Dewan Guru Besar Universitas Sumatera Utara harus menghentikan penuntutan dugaan plagiat tehadap Dr. Muryanto Amin karena tidak terdapat cukup bukt  dan ternyata bukan plagiat.

"Semua pertimbangan ini sudah saya sampaikan secara lisan pada Rapat Dewan Guru Besar USU tanggal 22 Desember 2020," pungkasnya. (OL-2)

Baca Juga

ANTARA/Novrian Arbi

Inmendagri: Zona Merah Wajib WFH 75%, Restoran Take Away Bisa 24 Jam

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Selasa 22 Juni 2021, 12:54 WIB
Pelaksanaan WFO dan WFH wajib menegakkan protokol kesehatan ketat. Pengaturan waktu kerja dikondisikan secara...
MI/Susanto

Angkie Yudistia Minta Penyandang Disabilitas Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 Juni 2021, 12:28 WIB
"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2019, terdapat lebih dari 30 juta penyandang disabilitas di...
Antara

Percepatan Vaksinasi Covid-19 sebanyak 1 Juta Perhari mulai Juli 2021

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 22 Juni 2021, 11:53 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan didukung oleh TNI, Polri dan Pemerintah Daerah akan meningkatkan kecepatan penyuntikan vaksin covid-19 menjadi 700...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya