Rabu 13 Januari 2021, 13:58 WIB

Vaksinasi Covid-19 Perlu Libatkan Swasta

Mediaindonesia.com | Humaniora
Vaksinasi Covid-19 Perlu Libatkan Swasta

MI/Palce Amalo
Pemprov NTT menggelar simulasi vaksinasi covid-19 di halaman kantor gubernur Jalan El Tari Kupang, Rabu (13/1).

 

PEMERINTAH memulai program vaksinasi covid-19 dengan diawali oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1). Keputusan vaksinasi produksi Sinovac bekerja sama dengan PT Bio Farma diapresiasi legislator NasDem, Subardi.

Anggota Komisi VI DPR itu mengusulkan agar vaksin yang telah dikirim ke 34 provinsi melibatkan swasta untuk mempercepat vaksinasi massal. "Perlu melibatkan swasta demi percepatan vaksinasi nasional," kata Subardi.

Pelibatan swasta dianggap perlu karena tidak semua daerah memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, baik kapasitas SDM (tenaga medis) maupun infrastruktur medis. Subardi mencontohkan saat pertama covid-19 merebak, pemerintah semula menunjuk rumah sakit pelat merah sebagai rujukan.

Namun lambat laun pemerintah melibatkan rumah sakit swasta. Ia menilai program vaksinasi tidak perlu menunggu lama untuk menggandeng swasta. "Apalagi sejauh ini swasta sudah banyak terlibat dalam penanganan dan pengendalian covid-19. Namun tentu semua harus di bawah kendali dan pengawasan pemerintah," tuturnya.

Program vaksinasi mulai Januari 2021. Sebanyak 5,8 juta dosis akan disuntikkan dengan prioritas tenaga kesehatan. Pemerintah juga menggratiskan program ini kepada seluruh masyarakat Indonesia. Melihat pentingnya program ini, sudah sewajarnya seluruh komponen bangsa terlibat. Apalagi, banyak rumah sakit swasta yang memiliki teknologi di bidang medis.

"Harus diakui, tidak semua daerah memiliki rumah sakit (pemerintah) yang memadai. Banyak milik swasta yang lebih modern dengan berbagai teknologi medis. Nah, ini perlu kolaborasi. Penanganan covid-19 tidak akan cepat selesai jika hanya dipikul pemerintah," jelas Ketua DPW NasDem DIY itu.

Dengan pelibatan swasta, Subardi yakin program vaksinasi efektif membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Butuh waktu yang cukup lama untuk mencapai herd immunity. Pasalnya, vaksinasi ini perlu dilakukan secara bertahap dan mencakup sebagian besar populasi di Indonesia. Setidaknya, 60%-80% penduduk dari 250 juta penduduk harus tervaksinasi. (RO/OL-14)

Baca Juga

Twitter/selenagomez/Antara

Selena Gomez Rilis Lagu Berbahasa Spanyol 'De Una Vez'

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Januari 2021, 12:27 WIB
Gomez mengonfirmasi bahwa dia akan merilis lagu Spanyol, dan ia juga meluncurkan cover art untuk 'De Una...
DOK.KEMENDIKBUD

Kemendikbud Terjunkan Tim ke Sulawesi Barat

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 17 Januari 2021, 11:40 WIB
Kemendikbud juga telah menurunkan tim untuk membantu satuan pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang terkena...
Dok.Pri/Instagram Ify Alyssa

Aktris Senior Farida Pasha Pemeran 'Mak Lampir' Meninggal Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Januari 2021, 11:28 WIB
Farida Pasha terkenal melalui peran "Mak Lampir" dalam film dan sinetron kolosal lawas "Misteri Gunung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya