Selasa 12 Januari 2021, 15:30 WIB

15 Juta Dosis Vaksin Sinovac dari Tiongkok Tiba di Tanah Air

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
15 Juta Dosis Vaksin Sinovac dari Tiongkok Tiba di Tanah Air

Antara
Vaksin covid-19 Sinovac

 

KETUA Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo beserta Menteri Agama Yaqut Qholil Choumas meninjau proses bongkar muat 15 juta dosis vaksin Sinovac, yang baru saja tiba di Tanah Air melalui Bandara Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (12/1). Vaksin tersebut merupakan tahap ketiga yang didatangkan dari negara Tiongkok ke Indonesia.

Dalam pesannya, Doni meminta kepada masyarakat agar tetap patuh dan tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak menghindari kerumunan, meskipun telah datang vaksin.

“Bahwa dengan adanya vaksin ini jangan sampai membuat kita kendor. Vaksin ini harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” sebut Doni.

Adapun hal yang mendasar dan menjadi rekomendasi untuk penerapan protokol kesehatan tersebut adalah merujuk data analisis yang dirangkum Satgas Penanganan Covid-19 bahwa kasus aktif Covid-19 di Tanah Air mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sebelumnya Sinovac telah dua kali mengirimkan vaksin ke Indonesia dalam bentuk kemasan, masing-masing 1,2 juta dosis dan 1,8 juta dosis. Dengan kedatangan ini, totalnya menjadi 15,3 3 juta dosis.

Terkait dengan lonjakan kasus, sejak awal November 2020, Doni masih melihat bahwa kasus aktif di Indonesia berada di angka paling rendah, yakni 12,12% dengan akumulasi angka 54 ribu orang.

Akan tetapi dalam dua terakhir pada pekan ke dua bulan Januari 2021, angka kasus naik menjadi lebih dari 123 ribu orang. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan hingga 2x hanya dalam waktu 2,5 bulan saja.

Menurut Doni, pemerintah telah meningkatkan kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) untuk menampung para pasien, namun hal itu masuk belum cukup membantu menyelesaikan persoalan pandemi. Oleh sebab itu, kunci dari upaya menekan angka kasus adalah dengan meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. “Karena di sini lah kunci utama untuk memutus rantai penularan Covid-19,” jelas Doni.

Tak lepas dari itu saja, dalam kesempatan yang sama, Doni juga kembali memberikan arahan bagi Pemerintah Daerah agar segera membentuk posko-posko Covid-19, yang diisi oleh unsur kolaborasi dari tingkat provinsi hingga di level kelurahan.

“Pemerintah Daerah harus mempersiapkan diri dengan baik, termasuk dengan posko-posko mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota sampai dengan tingkat desa dan kelurahan,” terang Doni.

Dengan adanya posko tersebut, maka tingkat kedisiplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan lebih dapat ditingkatkan lagi, sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

“Kita berharap penanganan Covid-19 di Tanah Air semakin membaik dengan kerja sama seluruh komponen dan kolaborasi gotong royong menjadi kekuatan bangsa,” pungkasnya. (H-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Nyoman Budhiana

Hadapi 1 Juta Kasus Covid-19, NasDem Waspadai Kegiatan Wisata

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Januari 2021, 00:08 WIB
Kemenparekraf harus memastikan tempat-tempat wisata mematuhi protokol...
Ist

Inovasi New Normal untuk Industri Perhotelan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:40 WIB
Inovasi produk yang dilakukan S2i tidak ditujukan untuk menghilangkan aspek kemanusiaan pada sebuah...
Antgara/M.RIsyal Hidayat

Dukung Penerapan GeNose di Kereta, Pengamat : Praktis dan Murah  

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:04 WIB
Menurutnya, pemakaian GeNose akan menguntungkan masyarakat, karena harga yang dipatok dianggap murah sekitar Rp20 ribu per...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya