Selasa 12 Januari 2021, 09:05 WIB

Ahli: Efikasi Tidak Berpengaruh pada Keamanan Vaksin

Atalya Puspa | Humaniora
Ahli: Efikasi Tidak Berpengaruh pada Keamanan Vaksin

ANTARA/JESSICA HELENA WUYSANG
Petugas medis melakukan simulasi vaksinasi covid-19 Sinovac kepada warga di Puskesmas Kampung Bali, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (8/1)

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah memberikan izin penggunaan darurat (EUA) kepada vaksin covid-19 keluaran Sinovac. Dengan diberikannya EUA tersebut itu berarti vaksin covid-19 buatan Sinovac dijamin keamanannya dengan efek samping yang tidak berbahaya dan dapat disuntikan kepada masyarakat, dengan tenaga kesehatan sebagai prioritas.

Penilaian Badan POM terhadap efikasi dari vaksin covid-19 adalah 65,3%, hal ini menunjukan vaksin ini diyakini mampu menurunkan penularan sebesar 65,3% dan lebih tinggi dari ketentuan WHO untuk efikasi minimal vaksin covid-19.

Baca juga: Prioritas Ditjen Kebudayaan: Dari Jalur Rempah Hingga BLU Museum

Ahli Virus dari Universitas Udayana I Gusti Ngurah Kade Mahardika menjelaskan bahwa yang perlu menjadi perhatian adalah menurut WHO, batas minimal efikasi adalah 50%, jadi bila diatas 50%, vaksin covid -19 sudah dapat digunakan.

Kemudian, efikasi vaksin Sinovac sebesar 65% itu berarti bila disuntikan kepada 100 orang, ada kemungkinan 35 orang dapat terinfeksi virus covid-19. 35 oranng itu memang bisa tertular, tetapi karena sudah divaksin, jumlah virus dalam tubuh dan nafasnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak divaksin. Risiko klinis dan risiko sebagai sumber penular juga rendah.

“Efikasi vaksin 65% tetap bermanfaat untuk perlindungan diri, keluarga dan orang lain. Efikasi 65% ini masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali perlindungan. Saat ini pasien covid-19 sudah banyak, yang meninggal pun juga sudah banyak, tenaga kesehatan saja sudah lebih dari

500 orang yang meninggal, rumah sakit juga sudah penuh. Kita butuh vaksin covid-19 untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan menekan angka penularan virus covid-19,” jelas Mahardika dalam keterangan resmi, Senin (11/1).

Mahardika juga menambahkan Hal pertama yang diperhatikan dari vaksin adalah keamanannya kemudian efikasi vaksin. Tinggi rendahnya efikasi tidak ada pengaruhnya terhadap keamanan dari vaksin itu sendiri.

“Tentunya dengan divaksin, sistem kekebalan tubuh kita akan meningkat dan mampu melawan virus covid-19 bila terpapar,” tambahnya.

Tidak lupa, meskipun program vaksinasi sudah dilaksanaan, masyarakat diimbau agar tidak mengendurkan disiplin protokol kesehatan 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak).

“Ini merupakan tambahan upaya untuk mencegah penularan covid-19 hingga nanti kasusnya menjadi nol,” tutup Mahardika. (H-3)

Baca Juga

Dok. Pribadi

UNESCO dan Balai Konservasi Borobudur Luncurkan Buku Pemetaan Potensi Kawasan Borobudur  

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:31 WIB
Buku Pemetaan Potensi Kawasan Borobudur menjadi sangat penting, karena adanya keberadaan Candi Borobudur yang tercatat dalam daftar Warisan...
MI.Rudi Kurniawansyah

Penanganan Karhutla RI DIapresiasi, Pakar : Jangan Cepat Berpuas Diri 

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:51 WIB
"Ke depan saya berharap, apa yang sudah dicapai saat ini hendaknya tetap dipertahankan dan bukan tidak mungkin bisa ditingkatkan lagi...
MI/Reza Sunarya

Media Indonesia-Pemkab Purwakarta Akan Gelar Pelatihan Jurnalistik Bagi Siswa SMA

👤Reza Sunarya 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:43 WIB
HARIAN Media Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat akan menyelenggarakan kegiatan pelatihan jurnalistik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya