Jumat 08 Januari 2021, 10:35 WIB

LIPI Serahkan 57 Arsip Statis kepada ANRI

Faustinus Nua | Humaniora
LIPI Serahkan 57 Arsip Statis kepada ANRI

ANTARA/ Yulius Satria Wijaya
PENGELOLAAN ARSIP NASIONAL: Petugas menata arsip di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

 

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyerahkan 57 arsip statis kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Arsip statis merupakan arsip yang bernilai guna kesejarahan yang layak untuk disimpan.

Arsip tersebut terdiri dari naskah Undang-undang, Surat Keputusan Presiden RI, Surat Keputusan Menteri Research Nasional RI, arsip hak kekayaan intelektual, desain industri, naskah kerja sama, peraturan, dan jenis arsip lainnya. “Sebagai lembaga penelitian, LIPI memandang arsip sebagai hal penting. Saya pribadi juga turut menginisiasi dibentuknya arsip digital di LIPI sehingga pengelolaan arsip dapat lebih baik dan paperless,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko dalam keterangan tertulis, Jumat (8/1).

Handoko menyebut bahwa arsip selayaknya dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang sebagai sumber pengetahuan. Sejarah berdirinya LIPI dan data-data penelitian merupakan bagian dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia yang harus dilindungi.

“Penyerahan arsip ini merupakan upaya LIPI dalam menjaga keamanan dan keutuhan arsip yang dimiliki LIPI. Kami sadar betul bahwa arsip LIPI merupakan bagian dari sejarah Republik Indonesia terutama dalam bidang ilmu pengetahuan yang dimulai sejak zaman Bung Karno,” lanjut Handoko.

Plt. Kepala ANRI, Muhammad Taufik mengatakan penyerahan arsip statis dari LIPI kepada ANRI itu merupakan kali kedua dalam lima tahun terakhir. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk kepatuhan LIPI pada peraturan perundang-undangan kearsipan yang berlaku, dan kepedualian LIPI terhadap tumbuh kembang kearsipan negara.

“Bersama LIPI, ANRI berharap dapat mengubah paradigma arsip sebagai sekadar onggokan kertas. Kita harus menjadikan arsip sebagai knowledge yang dibutuhkan di masa depan yang dapat memberikan informasi secara akurat,” ujar Taufik.

Taufik berpendapat, LIPI sebagai lembaga penelitian merupakan think tank atas perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Dengan demikian, data-data yang dimiliki LIPI berisi banyak informasi penting mengenai IPTEK yang layak dilindungi.

"Setiap pemikiran dari peneliti LIPI menjadi rekam jejak yang akan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan ke depan. Oleh karena itu, arsip statis yang diserahkan LIPI kepada ANRI akan kami oleh dan kami kembalikan ke masyarakat sebagai sebuah pengetahuan,” tambahnya.

Beberapa arsip yang dilestarikan sebagai memori kolektif bangsa, yaitu: Salinan naskah Undang-Undang tentang Pembentukan Majelis Ilmu Pengetahuan Indonesia, Naskah asli Keputusan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara RI tentang Pembubaran Lembaga Riset Nasional dan Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia serta pembentukan LIPI, dan Salinan naskah Keputusan Presiden RI tentang Pembentukan LIPI.(H-1)

 

Baca Juga

Dok.Ist

Kelompok Marginal Butuh Pendampingan Dalam Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 09:30 WIB
Pada titik inilah UNAIDS mengambil peran, untuk memastikan tidak ada kelompok yang...
DOK Kenari Daja

Kenari Djaja Award 2021 Bentuk Dukungan Terhadap Karya Anak Bangsa

👤Widhoroso 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:40 WIB
KOMPETISI desain handle atau gagang pintu yang digelar Kenari Djaja sukses memunculkan desain-desain inovatif dari...
Antara

Menteri PPPA Puji Protes Guru dan Murid Tolak Pernikahan Anak

👤Ant 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:30 WIB
Menurutnya, aksi penolakan ini menunjukkan kesadaran bahwa pernikahan anak di bawah umur tidak sepatutnya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya