Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
PRESIDEN Joko Widodo mengungkapkan program vaksinasi akan mulai dilaksanakan pada pekan depan di beberapa daerah. Sejumlah vaksin telah didistribusikan pada akhir pekan lalu dan sudah tiba di lokasi-lokasi tujuan.
"Vaksinasi akan dimulai minggu depan. Saya melihat distribusi sudah dimulai Minggu (3/1) lalu dan Selasa (5/1) sudah mulai masuk ke daerah," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (6/1).
Kepala negara pun meminta para gubernur segera mengecek dan mengontrol kesiapan vaksinasi di daerah masing-masing demi memastikan pelaksanaan berjalan dengan lancar. Pemerintah menargetkan, pada Januari, jumlah vaksin yang masuk ke daerah mencapai 5,8 juta dosis.
baca juga: YLKI Minta Semua Pihak Sabar Menunggu EUA Vaksin Covid-19
Pada bulan berikutnya, diproyeksikan akan ada tambahan 10,45 juta dosis yang didistribusikan ke berbagai wilayah di Tanah Air.
"Kemudian pada Maret ada 13,3 juta vaksin lagi yang akan didistribusikan. Ketika vaksin sudah terdistribusi, daerah-daerah harus bisa melaksanakan vaksinasi," ucap Presiden. (OL-3)
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Perusahaan ini fokus menggunakan teknologi vaksin berdasarkan mRNA pada Desember 2020, vaksin COVID-19 produksi mendapatkan izin penggunaan darurat di amerika serikat.
MEDIAINDONESIA.COM 20 Mei 2025 menurunkan berita berjudul ‘Covid-19 Merebak di Singapura dan Hong Kong, Masyarakat Diminta Waspada’.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved