Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA tim pengembang GeNose, Kuwat Triyono mendapat banyak tuduhan dan kritik mengenai kelemahan inovasi alat deteksi covid-19 melalui embusan napas yang dikembangkannya. Sejumlah pihak menilai alat deteksi covid-19 melalui embusan naPas dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memiliki banyak kelemahan.
Kuwat menjawab beberapa tuduhan mengenai kelemahan alat. Salah satunya adalah bahwa alat tidak bisa digunakan di sembarang tempat. "Jadi ini wajar. Ini namanya prekondisi alat. Di mana alat harus digunakan dalam ruangan bersirkulasi baik. Namanya alat kesehatan tentu tidak bisa dipakai di sembarang tempat," kata Kuwat, Selasa (5/1).
Bukan tanpa alasan, GeNose hanya dapat bekerja sesuai kondisi ruangan. Pasalnya, alat itu sangat sensitif pada kelembaban saat mendeteksi napas seseorang.
Namun, permasalahan itu dapat dipecahkan oleh alat itu sendiri. Kuwat menjelaskan, GeNose sudah dilengkapi algoritma yang mengidentifikasi lingkungan. "Jadi kalau lingkungannya tidak sesuai nanti dia akan bilang. Kalau kita paksa pakai di situ, ya bakal error, bukan atau tidak berpengaruh pada hasil positif negatif," ungkapnya.
Semua alat menurutnya punya requirement, atau gambaran dari layanan dan batasan sistem dari alat itu sendiri. Kemudian, dirinya juga membantah alat ini tidak bisa mendeteksi orang yang sesaat sebelum tes mengonsumsi minuman beralkohol, memakan petai atau merokok.
"Itu bukan kelemahan alat, itu prekondisi pasien. Sama seperti orang uji darah kan dia mesti puasa enam jam begitu," terang Kuwat. Dia menerangkan, orang yang memakan pete, merokok atau minum alkohol sebelum tes akan mendapatkan hasil tes yang sifatnya abu-abu. Atau berada di antara garis positif dan negatif.
"Dengan nilai pertengahan itu ya tinggal kita minta sikat gigi untuk membersihkan mulut. Dan 30 menit berikutnya datang lagi, kita cek lagi maka hasilnya itu negatif. Jadi tidak ada masalah," jelasnya.
Diapun menyampaikan, jika masyaralat tidak perlu khawatir menggunakan GeNose. Sebab alat ini sama sekali tidak mengintervensi tubuh manusia, karena hanya meminta embusan napas. "Alat ini lagi pula tidak ada intervensi ke tubuh manusia, jadi sebenarnya tidak ada problem juga, tidak memengaruhi kematian seseorang. Alat ini tipe B, atau golongan B dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang risikonya terhadap pasien sangat rendah," ungkap dia.(CEU/H-1)
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Integrasi data layanan kesehatan menjadi bagian dari ekosistem respons kebencanaan berbasis pengetahuan yang dikembangkan untuk pengambilan keputusan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Ada gap deteksi menurun dan kesadaran tes pencegahan secara riil di masyarakat.
"Mengapa DKI kemudian 4.000 (kasus) atau kurang lebih 50% kasus yang dideteksi itu bukan suatu prestasi buruk, malah justru merupakan effort sangat baik, mendeteksi."
GeNose C19 juga masih memegang izin edar untuk proses screening di tengah pandemi covid-19, dengan tingkat akurasi pada level 93-94%.
Aplikasi membantu warga, jadi punya semacam pelindung diri karena bisa dengan mudah mengetahui tempat yang didatangi aman atau tidak dari virus korona.
Sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring dan orofaring dinilai lebih sensitif dan akurat sehingga menjadi gold standar diagnosis Covid-19.
Metode RT-LAMP yang merupakan pemeriksaan biomolekuler masuk dalam tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test), RT-PCR juga masuk dalam kategori yang sama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved