Jumat 09 Juli 2021, 10:59 WIB

Eijkman Nyatakan PCR Swab Tetap Jadi Gold Standar Diagnosis Covid-19

Faustinus Nua | Humaniora
Eijkman Nyatakan PCR Swab Tetap Jadi Gold Standar Diagnosis Covid-19

MI/M Taufan SP Bustan
Ilustrasi Swab PCR

 

POLYMERASE chain reaction atau PCR adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Saat ini, PCR digunakan untuk mendiagnosis penyakit covid-19 yaitu dengan mendeteksi material genetik virus tersebut.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan untuk melakukan pemeriksaan di laboratorium atau PCR, terlebih dahulu mengambil sampel dari pasien. Saat ini, untuk pengambilan sampel PCR di Indonesia ada dua cara yakni dengan metode swab dan saliva.

"Pada prinsipnya pemeriksaan PCR Swab dan PCR Saliva itu sama, yang beda cuma pengambilan sample saja," ungkapnya kepada Media Indonesia, Jumat (9/7).

PCR Swab merupakan metode pengambilan sampel dengan cara diusap pada bagian antara hidung dan tenggorokan yang disebut nasofaring atau bagian antara mulut dan tenggorokan yang disebut orofaring. Sampel dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring dan orofaring dinilai lebih sensitif dan akurat sehingga menjadi gold standar diagnosis Covid-19.

Baca juga: Masuk Kalsel Wajib Negatif Tes PCR

Sementara PCR Saliva dengan mengambil sampel air liur bukan lah gold standar meski pemeriksaannya juga dilakukan di laboratorium. Artinya, sensitifitas dan keakuratan tes ini masih lebih rendah dari PCR Swab.

"Kalau membandingkan sensitifitas atau tidak, pernah dilakukan studi itu gold standar tetap nasofaring dan orofaring. Artinya untuk memudahkan pengambilan sample tapi tetap pengerjaannya di lab dan ini tidak menggantikan PCR yang gold standar," jelasnya.

Meski demikian, Amin mengatakan PCR Saliva memiliki keunggulan. Metode tersebut dinilai lebih mudah nyaman bagi pasien. Sensitifitas dan akurasinya pun lebih tinggi dibandingkan test antigen atau antibodi.

"Lantas, untuk memperluas cakupan testing, tracing dan treatment, maka Saliva bisa sangat diandalkan. Karena kemudahannya mungkin bisa lebih meningkatkan kepatuhan pasiennya, pasien lebih mau diperiksa," tuturnya.(OL-5)

Baca Juga

Ilustrasi

Kemenkominfo Berantas Ribuan Hoaks soal Covid-19 di Media Sosial

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:29 WIB
Dedy mengungkapkan Kementerian Kominfo menemukan sebanyak 1.991 hoaks pada 5.131 unggahan media sosial dengan persebaran terbanyak pada...
dok.ist

BEM Se-Nusantara Gelar Konsolidasi Bahas PEN dengan Dua Menteri

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:19 WIB
ALIANSI Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Nusantara akan menggelar pra temu di Sumatera Selatan (Sumsel) pada 7-9 Desember...
MI/ Bary Fathahilah

Penambahan Kasus Covid-19 Terbanyak di Jabar

👤Ant 🕔Kamis 02 Desember 2021, 19:59 WIB
Secara keseluruhan, angka kasus korona di Indonesia bertambah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya