Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Universitas Indonesia (UI) tengah mengembangkan vaksin Covid-19 Merah Putih setelah menerima Surat Keputusan (SK) Menteri Riset dan Teknologi pada awal Desember lalu. Dari 3 platform vaksin yang dikembangkan, jenis vaksin DNA merupakan yang paling maju dibandingkan dengan platform vaksin RNA subunit recombinant maupuan vaksin virus-like particles (VLP).
"Yang paling maju di UI sekarang ini adalah vaksin DNA. Tentu akan jadi lebih dulu vaksin DNA, kemudian ini antara vaksin RNA subunit recombinant, yang terakhir VLP," ungkap koodinator dan peneliti utama pada tim pengembangan vaksin Covid-19 UI Budiman Bela kepada Media Indonesia, Senin (4/1).
Baca juga: BPOM Percepat Izin untuk Vaksin Sinovac
Dijelaskannya, saat ini tahap penelitian yang dilakukan adalah menyuntikan bibit vaksin pada hewan sebagai bentuk proof of consept. Hal itu untuk mengetahui respon imun protektif yang dibutuhkan.
"Sudah kelihatan ada respon antibodinya yang signifikan yang jauh di atas vaksin DNA lainnya," terangnya.
Menurutnya, platform vaksin DNA buatan UI berbeda dengan platform vaksin DNA lainnya. Peneliti sudah mencoba beberapa cara pemberian vaksin DNA baik secara konvensional dengan menyutikan DNA saja mengunakan liposom maupun dengan ditambah delivery peptide.
Peptida sendiri merupakan molekul yang terbentuk dari dua atau lebih asam amino. Jika jumlah asam amino masih di bawah 50 molekul disebut peptida, tetapi jika lebih dari 50 molekul disebut dengan protein. Asam amino saling berikatan dengan ikatan peptida.
"Jadi peptida yang dikembangkam oleh UI dan ternyata dengan cara yang kita buat dengan adanya delivery peptide itu lebih bagus dari pada dengan cara konvensional lainnya yamg disuntikan dengan loposom saja. Mungkin sementara begitu," jelasnya.
Budiman mengatakan vaksin DNA merupakan platform vaksin dengan dengan efektifitas paling rendah. Namun, pihaknya sedang meneliti dengan mengembangkan peptida yang bisa menginduksi respon imun dan terbukti peptida buatan Anak Bangsa berneda dengan vaksin DNA yang sudah tersedia saat ini.
Lebih lanjut, dalam pengembangan ke depan tentu ada kendala. Sebab, sejumlah industri farmasi di Tanah Air belum berpengalaman atau terbiasa dalam memproduksi atau mendistribusi vaksin jenis DNA. Dibutuhkan fasilitas yang aman seperti BSL-3 dan teknologi yang bisa mendukung pengembangan vaksin tersebut.
Meski demikian, dirinya tetap optimis bahwa di tengah pandemi dan keadaan krisis yang medesak saat ini hal itu bisa dilakukan. Apalagi, fasilitas maupun teknologi pendukungnya tergolong mudah dan murah investasi.
Di samping itu, UI pun menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi luar negeri terkait tranfer teknologi dan pembangunan fasilitas industri farmasi.
"Sebetulnya bisa dikatakan vaksin DNA termasuk vaksin yang paling sederhana. Jadi instalasi atau investmentnya paling murah bisa dikatakan seperti itu. Tapi kan karena di Indonesia itu belum terbiasa jadi perlu diajarin gitu," tambahnya.
Dia menambahkan, terkait paltform vaksin RNA, kendala yang dihadapi adalah pendingin. Vaksin tersebut harus diamankan dengan pendingin yang memiliki suhu minus 70° dan belum tersedia di Indonesia.
Founder sekaligus Pemimpin Umum Suratkabar Kampus UI Salemba, Antony Z Abidin, menekankan pentingnya warisan nilai profesionalisme dan etika jurnalistik.
Universitas Indonesia menggandeng Bank Sampah Alamanda Sejahtera dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar anak-anak sekolah dasar di Kota Bekasi.
FEB UI melaksanakan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa edukasi pengelolaan sampah organik dan anorganik bagi ibu rumah tangga.
Universitas Indonesia bersama Universitas Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan dan pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Sumatra Utara
Salah satu terobosan dalam program ini adalah penempatan unit filter air bersih dan fasilitas internet di Puskesmas Batipuh Selatan.
Kegiatan ini bertujuan membekali relawan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar Psychological First Aid sebagai respons awal dalam situasi krisis dan bencana.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved