Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa ada pihak yang tertarik dengan alat deteksi virus korona GeNose buatan Universitas Gadjah Mada (UGM). Inovasi skrining yang baru diperkenalkan beberapa waktu lalu itu langsung mendapat pesanan sebanyak 1000 unit.
"Sebagai info, ada satu perusahasn langsung pesan 1000 unit GeNose," ungkap Bambang kepada Media Indonesia, Jumat (1/1).
Menristek tidak menyebutkan perusahaan yang telah memesan alat deteksi virus tersebut. Namun, dia memastikan GeNose dengan kelebihannya akan menarik banyak peminat. "Saya tidak berhak memberitahu (pembelinya)," imbuhnya.
Baca juga: Ini Strategi Satgas Covid-19 Target Kesembuhan 100 Persen
Dia mengatakan GeNose akan diproduksi pada Februari 2021 dengan kapasitas 5 ribu unit. Selanjutnya, penjualan akan dilakukan oleh perusahaan yang memproduksi dan mendistribusi.
"Penjualan dilakukan masing-masing pihak karena sudah ada industri yang memproduksi dan distribusi. Kita belum minta laporannya," jelas Bambang.
Sementara, untuk alat deteksi virus korona buatan anak bangsa lainnya CePAD mempunyai kapasitas produksi hingga 500 ribu unit. Bahkan inovasi skrining buatan Universitas Padjajaran itu sudah lebih maju dengan ditunjuknya perusahaan BUMD di Jawa Barat sebagai distributor.(OL-4)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved