Selasa 29 Desember 2020, 21:09 WIB

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Jadi Aktivitas Vulkanik Terbesar 2020

Atalya Puspa | Humaniora
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Jadi Aktivitas Vulkanik Terbesar 2020

Antara/Kornelis Kaha
Gunug Ile Lewotolok di NTT

 

ERUPSI Gunung Ile Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, merupakan aktivitas vulkanik paling signifikan di tahun 2020. Letusan yang terjadi jelang akhir November 2020, pukul 06.00 waktu setempat itu sempat memicu kepanikan warga lereng gunung.

Sepanjang November hingga Desember 2019 lalu, erupsi Gunung Ile Lewotolok yang terjadi bertipe vulcanian dan kemudian beralih ke tipe strombolian. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Migitasi Gunungapi PVMBG Hendra Gunawan pada konferensi pers virtual kaleidoskop kebencanaan 2020, pada Selasa (29/12).

Meskipun erupsi terjadi, tidak ada warga yang menjadi korban. Namun demikian, ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dalam menyikapi erupsi gunung berketinggian 1.319 m di atas permukaan laut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melakukan upaya intensif dengan penguatan pemantauan, survei lapangan terkait aktivitas vulkanik yang terjadi serta koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

Hendra menambahkan, pihaknya melakukan evaluasi rekomendasi daerah bahaya.

“Melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara langsung, wawancara dengan media serta siaran langsung diksusi di media, untuk menjelaskan aktivitas Gunung Ili Lewotolok terkini,” ujar Hendra pada Selasa (29/12).

Selain erupsi Gunung Ile Lewotolok, jelang akhir tahun ini aktivitas vulkanik beberapa gunung api memicu terjadinya pengungsian, seperti erupsi Gunung Merapi yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Semeru di Provinsi Jawa Timur.

Baca juga : Lebih dari 8.000 Gempa Guncang Indonesia Tahun Ini 

Sementara itu, Hendra mengungkapkan, sebanyak 69 gunung api yang diamati dari 77 pos pengamatan berpeluang mengalami erupsi. Namun, kondisi ini tidak dapat dipastikan waktu dan lokasi gunung apinya. Menurutnya, informasi area yang terancam bahaya dapat diidentifikasi dari peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) gunung api.

Saat ini pihaknya mengidentifikasi terdapat 127 gunung api aktif, dengan rincian 77 gunung api tipe A atau mengalami erupsi sejak 1600, 29 gunung api tipe B atau menunjukkan aktivitas vulkanik tetapi belum erupsi lagi sejak 1600 dan 21 gunung api tipe C atau tidak diketahui sejarah erupsi namun masih ada manifestasi permukaan khas gunung api.

Sedangkan aktivitas gunung api sepanjang 2020, lanjut Hendra, ada 20 gunung api dengan level aktivitas di atas normal. Berdasarkan lokasi, sebanyak 7 gunung api berada di Sumatera dan Jawa.

“Sebanyak 13 gunung api di Bali, NTB, NTT, Sulawesi Utara dan Maluku,” tambahnya.

Berdasarkan status, ujar Hendra, sebanyak 4 gunung api Level III atau siaga (Sinabung, Merapi, Ile Lewotolok, Karangetang) dan 16 gunung api Level II atau waspada (Marapi, Kerinci, Anak Krakatau, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Banda Api, Gamalama, Gamkonora, Dukono, Ibu, Lokon, Soputan) dan 9 dari 20 gunung api ini di antaranya mengalami erupsi.

Menyikapi potensi bahaya erupsi pada 2021, PVMBG tetap melakukan berbagai upaya-upaya di antaranya penyelidikan atau penelitian gunung api, pemetaan geologi gunung api, pemetaan KRB, peringatan dini bahaya gunung api, instalasi peralatan dan penyelidikan pascaletusan, semburan lumpur, gas dan air panas. (OL-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Deteksi Dini Bisa Selamatkan Pasien Kanker Hati 

👤M. Iqbal Al MAchmudi 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 22:45 WIB
Karsinoma sel hati (hepatoseluler karsinoma) adalah salah satu jenis kanker hati yang paling umum dengan prognosis/kemungkinan terjadinya...
Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Pemerintah Dorong Peningkatan Testing Covid-19 untuk Pengendalian Pandemi 

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:45 WIB
Tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR adalah Rp275 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp300 ribu untuk luar pulau Jawa dan...
Antara/Galih Pradipta

Capaian Vaksinasi Kelompok Remaja Lampaui 75% 

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:15 WIB
Menurutnya, vaksinasi remaja sangat penting untuk melindungi anak indonesia dari ancaman covid-19, apalagi Pembelajaran Tatap Muka (PTM)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya