Rabu 16 Desember 2020, 09:30 WIB

Waspada, Daerah Zona Merah Covid-19 Meningkat Tajam

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Waspada, Daerah Zona Merah Covid-19 Meningkat Tajam

ANTARA/NOVRIAN ARBI
Petugas Satpol PP Kota Bandung berjaga di ruas jalan Dipatiukur yang ditutup pada penerapan PSBB proporsional di Bandung, Sabtu (5/12).

 

Perkembangan peta zonasi risiko pada pekan ini belum menunjukkan hasil yang signifikan membaik. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta semua daerah menyikapi secara serius perkembangan peta zonasi risiko dari minggu ke minggu.

Pada perkembangan Minggu ini, Prof Wiku menyayangkan karena jumlah daerah yang masuk zona merah atau risiko tinggi meningkat menjadi 64 dari pekan sebelumnya sebanyak 47 kabupaten/kota.

Baca juga: Satgas Covid-19: Menghalangi Petugas Harus Ditindak Tegas

"Ini tentunya harus disikapi secara serius. Ingat, zona risiko sedang bukan zona aman, sedikit lengah maka kabupaten/kota dapat berpindah ke zona yang lebih tinggi dan lebih berbahaya," ungkapnya saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/12) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Perkembangan peta zonasi risiko minggu ini pun terlihat sama seperti tren yang terjadi sebelumnya, mayoritas kabupaten/kota masih merasa nyaman untuk berada di risiko sedang atau zona oranye. Jumlah daerah yang masuk zona oranye pekan ini jumlahnya pun meningkat menjadi 380 dari 371 kabupaten/kota pada pekan lalu.

Lalu pada zona kuning atau risiko rendah jumlah menurun menjadi 59 dari 84 kabupaten/kota pada pekan sebelumnya. Pada zona hijau tidak ada kasus baru meningkat menjadi 7 dari 6 kabupaten/kota pekan sebelumnya. Dan zona hijau tidak terdampak pun menurun jumlahnya menjadi 4 dari 6 kabupaten/kota pekan sebelumnya.

Prof Wiku menyatakan, berdasarkan pemetaan pada zona risiko ini, dapat dilihat mayoritas kabupaten/kota di Indonesia berada di risiko sedang. Sedikit saja lengah, ia khawatir daerah-daerah tersebut dapat berpindah ke zona merah. Untuk mencegah hal itu, Prof Wiku meminta upaya 3T yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) terus dimasifkan.

Dan penegakan disiplin protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat agar lebih digencarkan. Agar masyarakat menjadi disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan. (H-3)

Baca Juga

Medical Daily

Ingin Capai Berat Badan Normal? Jalan dengan Kecepatan 5 Km/Jam

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Februari 2023, 08:45 WIB
"Jalan kaki cepat tergolong aerobik dan ini berpengaruh pada penurunan berat badan. Hal berbeda terjadi saat seseorang berlari kencang...
Freepik

Orangtua Diingatkan tidak Berikan Kopi pada Balita

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Februari 2023, 07:45 WIB
"Kalau anak-anak sampai kecanduan minum kopi maka kemungkinan tekanan darahnya naik secara gradual sampai dewasa nanti tiba-tiba dia...
ANTARA/Aji Styawan

Ide Kado Valentine untuk Pacar dan Sahabat

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 02 Februari 2023, 06:15 WIB
Hari Valentine dirayakan setiap tahun pada 14 Februari. Hari tersebut, juga sering dihubungkan dengan kado dan juga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya