Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA Kamis 19 November 2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) RI menarik izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) klorokuin dan hidroksiklorokuin (HCQ) untuk pengobatan covid-19 karena terbukti berbahaya.
Kepala Badan POM RI Penny K Lukito menyatakan, kedua obat covid-19 itu terbukti berbahaya karena memiliki risiko lebih besar daripada manfaatnya.
Selain penyakit covid-19, Penny mengatakan, izin edar obat yang mengandung HCQ masih tetap berlaku dan dapat digunakan untuk pengobatan sesuai dengan indikasi yang disetujui pada izin edarnya.
"Sementara untuk obat yang mengandung klorokuin dicabut izin edarnya karena tidak digunakan untuk indikasi lain," kata Penny.
Berikut ini fakta-fakta mengenai klorokuin dan HCQ yang perlu Anda ketahui.
1. Obat malaria
Klorokuin fosfat (Chloroquine phosphate) merupakan senyawa sintetis atau kimiawi yang memiliki struktur sama dengan Quininesulfate, yang diambil dari dari ekstrak kulit batang pohon kina. Obat itu sebelumnya digunakan untuk mengobati pasien malaria.
Menyadari kerasnya efek samping klorokuin, ilmuwan pun mengembangkan hidroksiklorokuin (HCQ), turunan klorokuin dengan toksisitas lebih rendah.
2. Obat lupus
Pemerintah RI memberikan izin penggunaan hidroksiklorokuin saat ini untuk pengobatan lupus eritematosus sistemik.
3. Sebagai antivirus
Di masa pandemi covid-19, Badan POM memberikan izin penggunaan HCQ untuk penggunaan terbatas untuk pasien dewasa dan remaja yang memiliki berat badan 50 kg atau lebih, yang dirawat di rumah sakit.
Direktur Standardisasi Obat dan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Togi Junice pada April 2020 mengatakan, HCQ berperan sebagai antivirus dengan melakukan alkalinisasi fagolisosom sehingga menghambat tahapan replikasi virus yang tergantung pada pH rendah, termasuk tahap fusion dan uncoating.
Hidroksiklorokuin juga memiliki aktivitas imunomodulator yang dapat berkontribusi dalam respons antiinfl amasi pada pasien dengan infeksi virus.
4. Tidak direkomendasikan WHO
Pada 25 Mei 2020, WHO memutuskan menghentikan sementara pemberian hidroksiklorokuin pada Solidarity Trial. Penghentian dilakukan atas dasar penelitian observasional pada 96.032 pasien covid-19 di enam benua yang diterbitkan The Lancet pada 22 Mei 2020 dengan judul Hydroxychloroquine or Chloroquine With or Without a Macrolide for Treatment of Covid-19: a Multinational Registry Analysis yang ditulis MR Mehra dkk.
Sebelumnya, penarikan izin khusus klorokuin dan HCQ telah dilakukan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat.
5. Tidak efektif lawan Covid-19
Senada, peneliti dari Universitas Oxford menyatakan, HCQ tidak bekerja efektif dalam melawan covid- 19 dan tidak boleh diberikan kepada pasien rumah sakit lagi di seluruh dunia.
"Jika Anda dirawat di rumah sakit, jangan minum hidroksiklorokuin. Obat itu tidak bekerja," kata Wa kil Kepala Peneliti dan Profesor Kedokteran dan Epidemiologi Universitas Oxford, Martin Landray dilansir dari The Guardian.
6. Ganggu irama jantung
Pada November 2020, Badan POM RI menerima laporan keamanan penggunaan klorokuin dan HCQ dari hasil penelitian observasional selama empat bulan di tujuh rumah sakit di Indonesia.
Dari 213 pasien covid-19 yang mendapatkan terapi HCQ atau klorokuin,sebanyak 28,2% mengalami gangguan ritme jantung berupa perpanjangan interval QT.
7. Punya efek samping serius
Pada Maret 2020, selebriti Andrea Dian positif tertular covid-19 dan menjalani serangkaian pengobatan di rumah sakit. Salah satu obat yang sempat diminumnya ialah klorokuin.
Namun, setelah minum klorokuin, istri aktor Ganindra Bimo itu mengalami dampak cukup serius, mulai mual, muntah, jantung berdebar, tremor, hingga nyaris pingsan. Karena beratnya efek samping yang dirasakannya, konsumsi klorokuin pun dihentikan. (H-2)
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Obat yang mengandung steroid bisa membahayakan kesehatan tulang apabila dikonsumsi secara terus menerus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved