Kamis 19 November 2020, 03:55 WIB

Membangkitkan Nilai Kepahlawanan di Masa Pandemi

Ihfa Firdausya | Humaniora
Membangkitkan Nilai Kepahlawanan di Masa Pandemi

MI/DENNY SUSANTO
M Afriyal Muttaqien dan Septia Fatria Nenty mahasiswa semester 6 Politeknik Banjarmasin.

 

GENERASI muda selalu menjadi motor penggerak perubahan di dalam masyarakat. Kontribusi positif anak muda pun selalu dinantikan karena acap kali ide-ide brilian lahir dari kepala mereka.

Hal ini juga bisa dilihat ketika dunia sedang menghadapi tantangan pandemi covid-19. Tidak sedikit anak muda yang bergerak secara kolektif dan individu untuk memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran dalam perang melawan covid-19.

Contohnya sekolompok mahasiswa dari Tim Robotik Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Kalimantan Selatan. Mereka merancang robot yang dapat mengantarkan obat dan makanan kepada pasien covid-19 di rumah sakit.

Selain memudahkan tugas- tugas tenaga kesehatan, keberadaan robot yang dinamai Antasari tersebut dapat meminimalkan kontak antara pasien dan perawat ataupun dokter sehingga penularan virus covid-19 bisa dihindari.

Ketua Tim Robotik Poliban Andi Muhammad Alfery menjelaskan nama Antasari terinspirasi dari nama pahlawan nasional Pangeran Antasari, di samping juga merupakan singkatan dari Assistant Medical Nurse Healty RS Islam Banjarmasin.

Andi mengatakan ide pembuatan robot itu berawal ketika dia dan teman-temannya tidak bisa mengikuti ajang lomba tahunan kontes robot nasional karena situasi pandemi covid-19. Namun, kreativitas mereka tidak luntur.

Setelah melihat situasi pandemi yang tak kunjung usai, Andi dan kawan-kawan terpikir untuk merancang robot asisten medis bekerja sama dengan RS Islam Banjarmasin.

“(Robot ini) memang dibutuhkan oleh tim perawat yang ada di rumah sakit. RS Islam Banjarmasin kebetulan banyak juga menangani pasien-pasien covid-19,” ujarya kepada Media Indonesia, Selasa (17/11).

“Kata mereka (tenaga kesehatan), robot ini sangat membantu dalam hal memberikan makanan dan lainlain (kepada pasien). Jadi, menghindarkan kontak langsung dengan pasien covid- 19,” tambahnya.

Sesuai dengan pemilihan nama pahlawan untuk robot itu, Andi dan kawan-kawan telah membangkitkan nilainilai kepahlawanan di masa pandemi saat ini.

Menurut Andi, di era sekarang nilai-nilai kepahlawanan juga bisa diaplikasikan untuk menciptakan suatu inovasi yang bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.

“Untuk generasi muda, jangan takut untuk mencoba. Jangan menilai dari segi ketidakmampuan kita, tapi dari segi kelebihan kita bahwa kita mampu,” pesannya.


Bantu wilayah 3 T

Kontribusi positif di masa pandemi juga dilakukan aktris dan model Raline Shah. Melalui kerja sama dengan Tim Nasional Basket Indonesia serta BenihBaik.com, Raline menginisiasi pembagian sembako untuk para pekerja informal.

Melalui BenihBaik.com, Raline telah menggalang dana sejak beberapa bulan lalu. Penggalangan dana tersebut menghasilkan donasi sebesar Rp105.704.782 untuk kemudian dibagikan dalam bentuk sembako kepada para pekerja di lima wilayah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan) di Indonesia. Di antaranya ialah Sekon, Nusa Tenggara Timur, Aik Mual, Nusa Tenggara Barat, Pandeglang, Banten, Nabire, Papua, dan Natuna, Kepulauan Riau.

Raline mengaku bahwa apa yang dilakukannya merupakan bentuk keprihatinan bagi sebagian masyarakat yang kehilangan penghasilan di masa pandemi saat ini.

Kegiatan tersebut bertujuan membantu meringankan masyarakat daerah tertinggal dengan cara menyalurkan sembako dan uang tunai juga untuk guru honorer dan orangtua kurang mampu.

Dia pun mengajak masyarakat yang lebih beruntung untuk ikut membantu meringankan mereka yang kesulitan di masa pandemi ini.

“Semoga dengan kita bantumembantu dan bergotong royong membuat keadaan lebih baik,” ujarnya.

Pengamat sosial dari Universitas Indonesia Rissalwan Habdy Lubis menyebutkan gerakan anak muda selalu dibutuhkan dalam situasisituasi genting. “Dalam sejarah bangsa ini selalu anak muda; 1928, 1946, 1966, 1998, motornya selalu generasi muda. Itu enggak bisa dibantah, selalu anak muda yang usianya di bawah 30 tahun. Jadi, sekarang di masa pandemi ini harus kelihatan juga (peran pemuda),” katanya saat dihubungi Media Indonesia, Selasa.

Dari kacamata kalangan pendidik, Kepala SMKN 8 Malang, Cone Kustarto Arifin, menyebut nilai-nilai kepahlawanan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Namun, inti nilai tersebut, kata Cone, ialah ikhlas berkorban.

“Anak-anak sekarang harus menjadi pahlawan masa kini. Kalau dia siswa, apa prestasinya, dan sebagainya. Paling tidak, manfaat untuk lingkungan sekitar dulu. Baik di rumah, di sekolah, di mana pun kita harus bermanfaat,” ungkapnya kepada Media Indonesia beberapa waktu lalu.

Kepala Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbud Hendarman menegaskan jiwa kepahlawanan sangat penting ditanamkan kepada generasi muda, terutama di masa pandemi ini. Hendarman menyebut karakter kepahlawanan yang harus ditanamkan saat pandemi ini antara lain karakter perjuangan, pantang menyerah, dan berani demi kebenaran.

Menurutnya, Kemendikbud melalui Puspeka memiliki program-program untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan tersebut melalui konten yang sesuai dengan kurikulum pendidikan pada masa pandemi covid-19, seperti program belajar dari rumah (BDR).

“Kami bersama para penikmat BDR juga menggali bagaimana profil Pelajar Pancasila ini dapat menjadi bagian dari konten menarik dan kekinian,” katanya dalam wawancara tertulis dengan Media Indonesia belum lama ini. (Ifa/S3-25)

Baca Juga

ANTARA/Mohamad Hamzah

Digitalisasi TV Diminta Dilakukan Secara Hati-hati

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 28 Juli 2021, 08:38 WIB
Penghentian siaran TV analog akan dilakukan dalam lima tahap. Tahap pertama ditargetkan rampung paling lambat 17 Agustus...
dok.pribadi

Upaya Enyahkan Pandemi Perempuan Bangsa Gaungkan #prayfromhome

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Juli 2021, 07:20 WIB
PROGRAM #prayfromhome yang telah dilaksanakan Perempuan Bangsa sejak awal pandemi dengan melakukan kegiatan Mujahadah Tolak Bala setiap...
ANTARA/Mohammad Ayudha

Harus Isolasi Mandiri di Rumah? Ini yang Hal-Hal yang Harus Anda Lakukan

👤Henry Hokianto 🕔Rabu 28 Juli 2021, 05:25 WIB
Ada 3 syarat untuk bisa melaksanakan isolasi mandiri yaitu tidak bergejala, bergejala ringan, dan memiliki kamar sendiri dengan ventilasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya