Rabu 18 November 2020, 18:35 WIB

KPAI: Pembelajaran Tatap Muka Mesti Berbasis Kesiapan

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
KPAI: Pembelajaran Tatap Muka Mesti Berbasis Kesiapan

ANTARA/Adiwinata Solihin
Sejumlah siswa mengikuti pelajaran tatap muka di MTs Al Mujahidin Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Selasa (10/11).

 

Pemerintah berencana membuka sekolah pada 2021 di semua zona covid-19. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan sejumlah catatan revisi SKB 4 Menteri terkait pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi.

Ketua KPAI Susanto mengatakan pembukaan belajar tatap muka di sekolah mesti berbasis kesiapan baik kesiapan sarana, guru dan pendukung lainnya.

"Kurikulum, juga tetap mengacu kurikulum darurat/ penyederhanaan kurikulum, tetap izin orangtua," kata Susanto kepada Media Indonesia, Rabu (18/11).

Baca juga: LIPI Dorong Publikasi Internasional dan Peningkatan SDM Iptek

Dia menjelaskan pola pembelajaran bisa blended menyesuaikan dengan kesiapan dan kebutuhan. Selanjutnya mendorong percepatan vaksin untuk guru dan pelajar.

Sementara itu, wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriawan Salim mengatakan dinas pendidikan di daerah-daerah itu banyak yang tidak konsisten mengikuti dan mematuhi SKB 4 Menteri.

"Di SKB itu diperbolehkan atau sekolah dibuka itu hanya daerah yang zona warnanya hijau dan kuning, tetapi kenyataannya ada zona oranye yang buka sekolah," sebutnya.

Sebenarnya sekolah-sekolah itu yang sudah mulai dibuka walaupun zona hijau dan kuning itu tidak siap dalam hal infrastuktur sarana dan prasana sesuai protokol kesehatan. Menurutnya, jika mengacu pada protokol kesehatan, item-item atau daftar yang disyaratkan Kemendikbud secara online itu sangat berat terkait dengan jumlah kursi, jumlah tempat cuci tangan dan hand sanitizer

"Itu sangat detail. Kami melihat laporan dari daerah-daerah itu sebenarnya untuk syarat protokol kesehatan sekolah-sekolah itu tidak siap. Tapi dipaksakan, kenapa dipaksakan karena memang faktor orangtua yang mendesak kepala sekolah untuk segera dibuka karena anaknya stres, orangtua juga stres," sebutnya.

Catatan kedua, lanjut Satriawan adalah minimnya pengecekan langsung ke daerah-daerah tersebut terkait kesiapan pembelajaran tatap muka, baik oleh Kemendikbud melalui birokrasinya atau Kementerian Agama atau Kanwil Kementerian Agama.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bisa memerintahkan LPMP atau Dinas Pendidikan untuk memastikan kesiapan sekolah untuk dibuka atau pastikan protokol kesehatan sesuai tidak. Karena bagi kami kesehatan dan kehidupan siswa, hak untuk hidup dan hak aman itu yang utama baru hak pendidikan. Jadi anak yang hidup dan sehat yang bisa belajar serta mendapatkan pendidikan," terangnya.

Dia menyayangkan apabila SKB ini akan diimplementasikan Januari semakin longgar padahal angka covid-19 semakin tinggi. Oleh karena itu, ia berharap sekolah jangan dulu dibuka sebelum vaksin covid-19 betul-betul diproduksi, tersedia dan, sudah melalui semua tahapan uji coba, serta dipastikan aman dipakai.

"Jika sekolah dibuka nanti, kami meminta guru dan tenaga kependidikan harus dites swab," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Masyarakat Diingatkan untuk Berhati-Hati Saat Bermedia Sosial

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 08:00 WIB
"Isu seks, agama, dan politik, ketiganya masuk kategori tema yang sensitif dan multitafsir untuk dibicarakan di media...
ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Ini Rangkaian Upacara Pengibaran Bendera di Istana Merdeka

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 07:21 WIB
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara beserta Wakil Presiden Ma'ruf Amin akan memasuki tempat upacara pada 9.56...
ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id

Yuk Mengenal 3 Jenis Perpindahan Kalor dan Contohnya

👤Meilani Teniwut 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 04:30 WIB
Perpindahan kalor ada 3 macam yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering dihadapkan oleh berbagai macam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya