Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengapresiasi komitmen Indonesia dalam mengendalikan pandemi covid-19. Apresiasi tersebut tertuang dalam surat undangan bagi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bersama dua menteri kesehatan negara lainnya untuk mengikuti konferensi pers tentang covid-19 Intra-Action Review (IAR) yang digelar secara virtual, Jumat (6/11).
Tujuan dari konferensi pers tersebut adalah sebagai bentuk koreksi dan peningkatan respon terhadap penanganan covid-19 baik secara nasional maupun subnasional melalui pelaksanaan tinjauan intratindakan untuk peningkatan respon pandemi covid-19 serta untuk berbagi praktik terbaik dengan negara anggota WHO, termasuk tinjauan intraaksi, dan membagi pengalaman dan pelajaran yang didapat dari negara-negara yang berhasil menyelamatkan masyarakat mereka dan mengurangi penyebaran covid-19.
Baca juga: Disiplin Jalankan Prokes Kunci Hindari Gelombang Kedua Covid-19
“Kami mengundang Anda untuk bergabung pada konferensi pers Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan menteri kesehatan tiga negara lain, serta berbagi pengalaman Indonesia dalam suksesnya penanganan covid-19,” demikian bunyi undangan tersebut seperti yang diterima Media Indonesia, Jumat (6/11).
Para menteri, nantinya, diminta memaparkan strategi respons yang telah dilakukan hingga berhasil mengendalikan laju covid-19 di wilayah mereka dan menjelaskan tinjauan intratindakan (intraaction review/IAR).
Harapannya, dengan saling berbagi strategi dan ide, dapat memberikan semangat sekaligus contoh penanganan covid-19 bagi negara lain.
Lebih lanjut, WHO menilai penanganan covid-19 di Indonesia telah sesuai dengan guideline yang telah ditetapkan. Ini merujuk pada IAR yang telah dilakukan pada 31 Juli yang lalu, yang sejalan dengan rekomendasi dari pertemuan keempat Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional (2005) pada Juli.
WHO mendukung Kementerian Kesehatan untuk melakukan Intra-Action Review (IAR) guna merespons covid-19 di Indonesia pada 11-14 Agustus 2020. IAR melibatkan total 168 peserta, fasilitator, penulis laporan dan notulen yang berasal dari pemangku kepentingan multisektor.
Sehubungan dengan hal itu, WHO menerbitkan pedoman dan alat WHO untuk melakukan Country Covid-19 Intra-Action Review (IAR) pada 23 Juli 2020, dengan semangat pembelajaran dan peningkatan berkelanjutan.
Atas apresiasi yang diberikan, Kementerian Kesehatan, melalui Sekjen Oscar Primadi, mengungkapkan apresiasi yang diberikan WHO ini tidak terlepas dari keberhasilan Indonesia di dunia kesehatan, dengan strategi respons dan praktik baik dalam penanganan covid-19 adalah wujud kerja bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Tentunya ini merupakan kesempatan baik. Indonesia sudah dipandang berhasil dalam mengendalikan pandemi covid-19 ini dan WHO secara khusus mengundang bapak Menteri Kesehatan, bersama dirjen WHO Tedros untuk sharing dan memberikan informasi bagaimana Indonesia mampu mengendalikan pandemi ini dengan baik,” kata Oscar. (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
AMERIKA Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Kamis 22 Januari 2026. Keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden bernomor 14155 yang dirilis pada 20 Januari 2025.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengatakan untuk penanggulangan kusta perlu diangkat sebagai prioritas nasional.
WHO menyatakan 500 juta perempuan di dunia terkena anemia. Yuk kenali dan ketahui cara mencegahnya.
Indonesia disebut telah mengambil langkah besar melalui pendekatan primary healthcare.
Penerapan konsep UPF secara kaku dan tanpa konteks dikhawatirkan dapat menimbulkan kebingungan konseptual, menstigma produk pangan tradisional yang sejatinya bermanfaat.
Kesehatan mental pelajar semakin memprihatinkan. Data CDC dan WHO menunjukkan tingginya depresi, pikiran bunuh diri, dan kasus bullying pada remaja di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved