Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo berpesan kepada penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), agar mempromosikan citra positif Indonesia kepada dunia.
Menurut Kepala Negara, banyak hal yang bisa disampaikan kepada masyarakat internasional. Terutama saat penerima beasiswa LPDP menimba ilmu di luar negeri.
"Saudara adalah duta Indonesia, wajah Indonesia. Bagi yang kuliah di luar negeri, tunjukkan bahwa Indonesia itu damai dan bersatu. Penuh toleransi dan selalu Bhineka Tunggal Ika," ujar Jokowi, sapaan akrabnya, dalam kuliah umum virtual, Senin (2/11).
Baca juga: Ini Alasan LPDP Tagih Veronica Koman Kembalikan Beasiswa
Lebih lanjut, Jokowi meminta penyandang beasiswa LPDP untuk mempromosikan keindahan sektor pariwisata di Tanah Air.
"Promosikan Indonesia kepada masyarakat dunia, agar mereka berwisata ke Indonesia. Untuk berinvestasi di Indonesia, yang membawa kebaikan bagi masa depan Indonesia," imbuh Presiden.
Dia juga berpesan agar penerima beasiswa menimba ilmu dengan optimal. Serta, mempelajari berbagai hal baru yang, menjadi bekal untuk membawa Indonesia ke arah lebih baik.
Baca juga: Jokowi Pakai Baju Adat Suku Sabu, Warganet: Keren Pak!
"Disrupsi terjadi di seluruh sendi kehidupan kita. Otomatisasi, artificial intelligence dan big data. Bukan hanya fenomena teknologi yang mempengaruhi landscape ekonomi, tetapi juga memengaruhi landscape sosial, politik dan kebudayaan," papar Jokowi.
Tidak kalah penting, Kepala Negara mengimbau penerima beasiswa untuk mengasah dan memperkuat karakter, serta keketerampilan selama menjalani masa pembelajaran.
"Buka kesempatan untuk mengasah kepemimpinan dan keterampilan manajerial, yang sangat berguna kelak ketika saudara lulus,” tutupnya.(OL-11)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved