Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM penghujan berpotensi meningkatkan jumlah kasus demam berdarah (DBD). Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga 27 Oktober 2020 terdapat penambahan kasus DBD sebanyak 171, sehingga totalnya mencapai 93.178.
Penambahan jumlah kematian akibat DBD mencapai 6 kasus, sehingga totalnya sebanyak 645. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Didik Budijanto mengatakan, untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD, pihaknya melakukan tiga program utama yaitu pengendalian vektor, peningkatan sistem surveilans, serta peningkatan kapasitas terhadap deteksi dini dan tatalaksana kasus.
“Pengendalian vektor supaya tidak digigit nyamuk dengan mengendalikan siklus hidupnya. Itu bisa dikendalikan dengan program di masyarakat yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSM) dengan 3M Plus (menguras, menutup, dan mengubur, plus menghindari gigitan nyamuk). Ini perlu digalakkan terus,” kata Didik kepada Media Indonesia, Minggu (1/10).
Lebih lanjut Didik menjelaskan, pada peningkatan sistem surveilans, petugas tetap melakukan kegiatan di lapangan dengan bantuan aplikasi Sistem Informasi Pengendalian Vektor (Silantor). Saat ini Kemenkes tengah menggelar pelatihan dan sosialisasi Silantor di empat provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten.
Pada upaya peningkatan kapasitas, Kemenkes juga menggelar pelatihan cara deteksi dini serta tatalaksana DBD. Menurut Didik, hal ini perlu ditingkatkan karena gejala infeksi covid-19 dan DBD memiliki ciri yang mirip, sehingga para petugas kesehatan harus benar-benar bisa membedakan antara gejala covid-19 dan DBD.
“Diagnosis penyakit covid-19 agak beti-beti (beda tipis), seperti panas panas tinggi. Ini harus kami tekankan kepada teman-teman di puskesmas atau pelayanan di rumah sakit, harus betul-betul bisa membedakan apakah ini covid-19 atau justru DBD,” ulasnya.
Menurut Didik, dibutuhkan peran masyarakat dalam menggalakkan aksi 3M demi mencegah terjangkitnya kasus DBD. Berdasarkan pembaruan terakhir, terdapat 470 kabupaten/kota yang telah terjangkit DBD. Lima kabupaten/kota dengan kasus DBD tertinggi yaitu Kabupaten Buleleng sebanyak 3.312 kasus, Kabupaten Badung 2.547 kasus, Kota Bandung 2.363 kasus, Kabupaten Sikka 1.775 kasus, dan Kabupaten Gianyar 1.717 kasus. (OL-14)
asus campak kembali menjadi perhatian setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengingatkan bahwa bayi berusia di bawah 9 bulan sangat berisiko terinfeksi.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan tren mingguan kasus campak pada Maret 2026 mengalami penurunan.
WAKIL Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengimbau masyarakat untuk tetap mengatur makanan di masa lebaran agar tetap sehat.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Pemerintah mempercepat pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) di berbagai daerah menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksin campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
Seorang WNI terinfeksi DBD di Taiwan. Otoritas Kaohsiung langsung lakukan langkah darurat dan pelacakan epidemiologis.
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved