Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Prof. Cissu Rachiana Sudjana menjamin keamanan Vaksin Sinovac untuk Covid-19 yang saat ini tengah dikembangkan.
Ia menjelaskan, jika memiliki efek samping yang berbahaya, vaksin tersebut pasti sudah dihentikan pengembangannya.
"Jika menimbulkan efek samping yang berbahaya tentu sudah terlihat seja awal dan tidak akan dilanjutkan ke uji klinis fase tiga, tidak akan boleh naik kelas. Jadi ketika sudah di fase ini, kita bisa katakan aman," ujar Prof. Cissy melalui keterangan resmi, Jumat (30/10).
Baca Juga: Unpad: Kalau Berhasil, Vaksin Covid-19 Efektif selama 9 Bulan
Ia juga menambahkan pengembangan pada fase satu dan dua sudah dipublikasikan melalui jurnal-jurnal internasional.
“Dalam jurnal tersebut disebutkan bahwa uji klinis fase satu dan dua Sinovac sudah aman. Sekarang kita tinggal menunggu hasil fase tiga yang diperkirakan baru selesai tahun depan," ucap pria yang menjabat Ketua Satgas Imunisasi IDAI dan Ketua Pokja Vaksinasi Peralmuni. (OL-13)
Baca Juga: Bio Farma Targetkan Vaksin Covid-19 Dapat Izin pada Januari 2021
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved