Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam momentum peringatan hari kelahiran atau maulid Baginda Nabi Muhammad SAW turut mengajak umat Islam untuk dapat meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
"Semoga kita semua dapat mengambil teladan kehidupan Nabi Muhammad," kata Mu'ti kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/10).
Menurutnya, Rasulullah SAW adalah pribadi yang sangat kuat, sabar dan teguh dalam mengemban misi risalah, menghadapi kesulitan serta menyelesaikan berbagai persoalan.
"Sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW tersebut, agar dapat diteladani oleh umat Islam, terlebih di masa kini," sebutnya.
Mu'ti mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad pada masa pandemi Covid-19 sebaiknya tidak dilakukan dengan kegiatan seremonial yang menghadirkan banyak orang. Namun, sebaiknya perayaan dilakukan secara sederhana, tetapi tetap khidmat.
"Yang penting adalah usaha kita meneladani peri kehidupan Nabi Muhammad sebagai uswah dan qudwah, baik dalam kehidupan pribadi maupun masyarakat," pungkasnya. (OL-4)
Abdul Mu’ti menukil buku Tom Nichols Matinya Kepakaran (The Death Of Expertise) yang menggambarkan ilmuwan itu semakin tersaingi oleh berbagai teknologi.
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Jamaah An-Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sama dengan Muhammadiyah.
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, Muhammadiyah mendukung penuh tanpa ragu.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengajak umat menyikapi perbedaan awal Ramadan dengan bijak serta menjadikan puasa sebagai perekat sosial dan penguat akhlak.
UMAT Islam di berbagai belahan dunia bersiap menyambut puasa Ramadan 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved