Minggu 25 Oktober 2020, 20:00 WIB

Kemenhub Berupaya Sektor Transportasi tidak jadi Klaster Baru

Mediaindonesia.com | Humaniora
Kemenhub Berupaya Sektor Transportasi tidak jadi Klaster Baru

MI/Susanto
Transportasi umum.

 

Cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW pada 28-30 Oktober 2020 sebentar lagi akan tiba dan seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, sebagian masyarakat saat ada libur panjang memanfaatkan waktu senggang untuk bepergian bersama keluarga.

Namun, kondisi liburan panjang kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, mengingat Indonesia juga dunia saat ini mengalami pandemi covid-19 yang sudah delapan bulan berlalu belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.

Masalahnya adalah saat masyarakat bepergian untuk mengisi waktu cuti akan terjadi kerumunan masyarakat di berbagai lokasi transportasi seperti kendaraan umum, bandara, stasiun, pelabuhan laut, bahkan di tempat istirahat jalan tol (rest area).

Kondisi kerumunan itulah yang dikhawatirkan bisa memunculkan kluster baru penularan covid-19 saat liburan cuti akhir Oktober 2020. Tentu kasus kluster baru dimana terjadi peningkatan signifikan masyarakat positif covid19 saat liburan panjang Tahun Baru Islam (1 Muharam) pada akhir Agustus jangan terulang lagi pada kali ini.

Belajar dari pengalaman itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama sejumlah pemangku kepentingan sektor transportasi telah dan akan melakukan langkah antisipasi untuk mengurangi kerumunan masyarakat saat bepergian menggunakan sarana transportasi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengatakan dirinya melihat kecenderungan masyarakat untuk melakukan perjalanan menggunakan semua jenis transportasi akan meningkat pada libur panjang akhir Oktober dan diprediksi akan terjadi peningkatan pergerakan orang dan kendaraan sekitar 10-20 persen

Mengantisipasi hal itu, Menhub akan melakukan koordinasi dengan para operator transportasi darat, laut dan udara untuk konsisten memberlakukan protokol kesehatan yang ketat dari mulai awal keberangkatan, pada saat perjalanan, hingga sampai di tujuan.

Kemenhub akan melakukan pengecekan secara acak untuk memastikan protokol kesehatan telah dilakukan dengan baik oleh para operator transportasi.

Para operator ini yang mempunyai peran penting untuk memfasilitasi pergerakan orang antarkota, antarwilayah. Kalau mereka tidak taat, khawatir akan timbul penularan yang tidak diinginkan.

Tunjukkan bahwa operator transportasi harus disiplin dan tidak kompromi terhadap protokol kesehatan. Kalau memang ada yang ditemukan reaktif atau positif ya harus dilarang berangkat.

Operator transportasi diminta juga meningkatkan frekuensi perjalanan untuk mencegah penumpukan penumpang apabila sewaktu-waktu terjadi lonjakan calon penumpang, terutama untuk angkutan darat.

Selain langkah itu, Kemenhub juga berkoordinasi dengan para Kepala Dinas Perhubungan di daerah untuk melakukan pengawalan penerapan protokol kesehatan dengan ketat di daerah-daerah kota sampai kabupaten.

Kemudian juga untuk mengantisipasi kemacetan yang bisa menjadi masalah yang memungkinkan terjadinya penularan karena rawan terjadi kerumunan, akan diterjunkan ribuan petugas kepolisian dan dinas perhubungan untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA/Didik Suhartono

Jangan Sampai Keterbatasan Alat Kesehatan Hambat Hak Masyarakat

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:39 WIB
Saat ini, sudah didistribusikan sebanyak 1.315 portable ventilator yang diberikan kepada 34 provinsi di seluruh...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Makin Patuh Prokes

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:22 WIB
Liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol...
ANTARA/Rivan Awal Lingga

Kapasitas Testing 16 Provinsi Capai Target WHO

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:15 WIB
Dari 16 provinsi tersebut, ada 3 provinsi yang konsisten mencapai standar WHO dalam 5 minggu terakhir yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Timur,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya