Jumat 23 Oktober 2020, 21:15 WIB

Satgas Pastikan Vaksin Covid-19 Terjamin Keamanannya

Atalya Puspa | Humaniora
Satgas Pastikan Vaksin Covid-19 Terjamin Keamanannya

Antara/Dhemas Reviyanto
Penelitian vaksin merah-putih untuk Covid-19

 

JURU Bicara Satuan Tugas Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, pihaknya memastikan vaksin covid-19 yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat terjamin keamanannya.

"Pada intinya apapun produk yang diberikan kepada publik secara masal telah melalui tahapan quality control yang matang," kata Wiku kepada Media Indonesia, Jumat (23/10).

Meskipun demikian, Wiku mengakui, berdasarkan survei yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan, masih banyak masyarakat yang meragukan bahkan menolak penerimaan vaksin tersebut. Dengan demikian, Wiku mengungkapkan pihaknya akan berupaya untuk menyampaikan secara komunikatif apa itu vaksin dan bagaimana vaksinasi bekerja.

"Selain itu kami juga akan berusaha meminimalisir hoaks terkait vaksin yang beredar," tandasnya.

Terpisah, Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Achmad Yurianto mengatakan, saat ini Pemerintah Indonesia telah menjalin komunikasi secara intens dengan sejumlah produsen vaksin covid-19 di 3 negara yakni Tiongkok, London dan Swiss. Bahkan tim gabungan dari K/L terkait telah dikirim ketiga negara tersebut.

Baca juga : Manusia Diprediksi Hidup Bersama Covid-19 seperti Virus Lain

“Kemenkes bersama BUMN, Kemenko Marinvest, Kemenag, BPOM, MUI, dan Biofarma bertemu beberapa produsen yang sudah selesai melakukan uji klinis fase 3 dan telah digunakan di negaranya. Tujuannya untuk mencari keamanan dan kehalalan bagi penduduk Indonesia,” kata Yurianto.

Hingga kini, tercatat ada 39 kandidat vaksin di seluruh dunia dengan perkembangan pengujian yang berbeda. Ada yang masih ditahap uji coba di laboratorium, ada yang telah masuk uji klinis fase 1 maupun 2, kemudian ada juga yang selesai uji klinis fase 3. Dari jumlah yang ada, tentunya yang menjadi kandidat kuat untuk saat ini adalah yang telah menyelesaian uji klinis fase 3 sehingga terjamin keamanannya.

Di Indonesia, pemerintah telah mengidentifikasi dan menjajaki kerjasama dengan 4 produsen vaksin yakni Sinovac, Sinopharm dan CanSino dari Tiongkok, kemudian AstraZeneca dari Inggris. Dari keempat produsen tersebut, seluruhnya telah memberikan komitmen untuk mengirimkan vaksin covid-19 bagi Indonesia.

Untuk AstraZeneca, dari hasil kunjungan Indonesia ke Inggis dan Swiss didapati komitmen bahwa mereka sanggup memberikan sebanyak 100 juta dosis vaksin yang rencananya akan mulai diberikan secara bertahap terhitung mulai Maret 2021.

Selanjutnya, untuk Sinovac telah memberikan komitmen untuk memberikan 3 juta vaksin siap pakai yang akan dikirim secara bertahap yakni 1,5 juta pada November dan 1,5 juta pada Desember mendatang. Dengan pemberian dual use, apabila satu orang diberikan 2 kali suntikan maka jumlah tersebut dapat digunakan untuk 1,5 juta orang. Pada 2021, Sinovac berkomitmen untuk mengirimkan secara bertahap bahan baku pembuatan vaksin.

“Dari Sinovac, dia akan memberikan kesempatan bagi Biofarma untuk memproduksi vaksin ini di Indonesia,” ucapnya.

Selanjutnya dari Sinopharm berkomitmen untuk memberikan 15 juta dosis vaksin kepada Indonesia pada Desember 2020. Dengan pemberian dua kali vaksinasi, maka jumlah tersebut bisa diberikan untuk 7,5 juta orang. Di samping Tiongkok, Vaksin dari Sinopharm saat ini telah menyelesaikan uji klinis fase 3 termasuk di Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA) dan Turki.

Baca juga : Tenaga Kesehatan dan Pelayan Publik Prioritas Vaksin Covid-19

Bahkan otoritas di Tiongkok dan UEA telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin tersebut. Menyusul dengan perizinan yang telah dikeluarkan, pemerintah Indonesia berupaya meminta data sharing untuk selanjutnya dipelajari oleh BPOM bersama MUI dan Kemenag.

Kandidat vaksin terakhir dari Tiongkok yang dijajaki oleh Indonesia adalan CanSino. Vaksin tersebut telah diuji di negara Arab Saudi dan Kanada. Untuk menjamin keamanan produk, Emergency Use Authorization (EUA) telah dikelurkan oleh otoritas setempat.

“Mereka sanggup memberikan 100 ribu dosis, dengan diberikan single dose makan bisa diberikan untuk 100 ribu orang,” terang Yuri.

Merujuk pada komitmen dari ketiga produsen tersebut, Pemerintah mencatat sebanyak 9,1 juta vaksin akan tersedia hingga akhir 2020. Adapun kepastian mengenai waktu ketersediannya, bergantung pada Emergency Use Authorization yang dikeluarkan oleh BPOM serta rekomendasi kehalalan dari MUI dan Kemenag.

“Semuanya direncanakan selesai akhir Oktober, diharapkan awal November dapat kepastian terminologi manfaat dan akibat dari BPOM serta keamanan dari aspek kehalalan dari Kemenag dan MUI,” tutur Yurianto. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/MUHAMMAD IQBAL

LIPI Optimalisasi Laboratorium untuk Deteksi Covid-19

👤Suryani Wandari 🕔Minggu 06 Desember 2020, 08:50 WIB
LIPI mengoptimalkan fasilitas laboratorium BSL-3 untuk mendeteksi sampel virus terduga...
Rommy Pujianto

Peran TNI AL di Tapal Batas Pulau Miangas

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 06 Desember 2020, 08:00 WIB
TNI AL melaksanakan tiga fungsi. Antara lain fungsi penangkalan, penindakan, dan pemulihan terhadap segala ancaman yang mungkin terjadi di...
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang-Lebat di Sejumlah Wilayah

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 06 Desember 2020, 07:25 WIB
Potensi hujan sedang hingga lebat diprediksi akan terjadi di Banten, Jawa Barat, NTB, Bali hingga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya