Rabu 21 Oktober 2020, 11:14 WIB

Faskes Diminta Patuhi Ketentuan Tarif Swab Tes

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Faskes Diminta Patuhi Ketentuan Tarif Swab Tes

ANTARA FOTO/FB Anggoro
Seorang tenaga kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri lengkap melakukan tes usap atau swab test

 

SATGAS Penanganan Covid-19 meminta masyarakat melaporkan fasilitas kesehatan yang mengenakan tarif tes usap mandiri atau swab test di atas standar maksimal harga yang ditetapkan pemerintah. Fasilitas kesehatan pun sudah diingatkan berkali-kali agar mematuhi ketentuan soal harga tes usap mandiri.

"Bagi masyarakat, apabila menemukan harga tes swab yang melebihi ketentuan yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yaitu maksimal Rp900 ribu, dapat melaporkan ke dinas kesehatan setempat," ujarnya saat menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia, Selasa (20/10).

Baca juga: DKI Kaji Sanksi Bagi Swab Test di Atas Harga Pemerintah

Harga tes usap mandiri sudah diputuskan melalui Surat Edaran nomor HK02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real-time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Dalam keputusan itu sudah mempertimbangkan berbagai aspek termasuk kemampuan finansial fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tes ini, dan penilaian ini sudah dibantu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Oleh karena itu kami meminta kepada pengelola fasilitas kesehatan, untuk bisa mematuhi harga yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan ini," tutur Wiku.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 juga telah meminta kementerian, lembaga, TNI, Polri dan Satgas Covid-19 daerah untuk menegakkan implementasi protokol kesehatan di lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Seperti pusat kegiatan ibadah, pusat perbelanjaan, lokasi wisata, fasilitas transportasi, tempat olahraga dan kegiatan kampanye pilkada.

"Termasuk menindak tegas bagi yang melanggar protokol kesehatan," imbuhnya.

Masih menjawab pertanyaan media terkait tahapan vaksinasi, Wiku meminta masyarakat bersabar dan menunggu informasi resmi dari pemerintah. Yang paling penting bagi pemerintah saat ini memastikan keamanan vaksin melalui tahapan uji klinis dan akan diberikan masyarakat setelah lulus uji klinis.(OL-5)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Satgas Covid-19 Minta Masyarakat Makin Patuh Prokes

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:22 WIB
Liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol...
ANTARA/Rivan Awal Lingga

Kapasitas Testing 16 Provinsi Capai Target WHO

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 04 Desember 2020, 06:15 WIB
Dari 16 provinsi tersebut, ada 3 provinsi yang konsisten mencapai standar WHO dalam 5 minggu terakhir yaitu DKI Jakarta, Kalimantan Timur,...
Sumber: Satgas Penanganan Covid-19/Kemenristek/BRIN/Tim Riset MI-NRC/ Grafis: SENO

Vaksin Merah Putih Diproduksi Awal 2021

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 04 Desember 2020, 03:50 WIB
Pemerintah akan melibatkan perusahaan swasta untuk bekerja sama dengan BUMN Biofarma melakukan hilirisasi bibit...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya