Selasa 20 Oktober 2020, 17:45 WIB

Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Hingga Tingkat Petani

Lina Herlina | Humaniora
Mentan Pastikan Distribusi Pupuk Hingga Tingkat Petani

MI/Francisco Carolio Hutama
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Selasa (20/10) menghadiri Rapat Monitoring dan Pengelolaan Penyaluran Pupuk bersubsidi 2020, di Makassar, Sulawesi Selatan.

Mantan Gubernur Sulsel dua periode itu mengatakan, rapat yang  dihadiri kepala dinas pertanian, tanaman pangan, ketahanan pangan dan  hortikultura, bersama distributor pupuk itu tersebut bertujuan mengecek distribusi dan ketersediaan pupuk pada 2020 ini hingga tingkat distributor dan sampai petani.

Syahrul juga menegaskan, jika kebutuhan pupuk 3 bulan terakhir selama 2020 ini harus semua terpenuhi. "Kita bersyukur tahun ini Presiden Jokowi menyetujui penambahan pupuk bersubsidi itu, jadi tidak ada defisit," tegasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhi menambahkan jika 2020 ini kuota pupuk sebanyak 7,92 juta ton, atau senilai Rp26,6 triliun, dan diusulakan penambahan pupuk sebanyak 1 juta ton atau senilai Rp1,4 triliun.

"Semua provinsi sudah dialokasikan, termasuk kabupaten/kota. Yang hingga hari ini realisasi sudah 74,09 persen. Jadi masih ada sekitar 24 persen  belum terserap," tambah Sarwo Edhi.

Dari data Pupuk Indonesia, realisasi penyaluran pupuk subsidi di Sulsel per 11 Oktober 2020, yaitu Urea 238.900 ton atau sekitar 74%, SP-36 30.529 ton (87%), ZA 48.085 ton (79%), NPK 15:15:15 140.806 ton (79%), NPK khusus 2.576 ton (23%) dan organik 10.419 (67%). Sehingga  totalnya adalah 471.315 ton atau sekitar 75 persen. Untuk stok pupuk di Sulsel per 19 Oktober 2020, totalnya 102.968 ton, terdiri dari Urea 49.984 ton, NPK 29.951 ton, SP-36 9.741 ton, ZA 8.910 ton dan pupuk organik 4.383 ton.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Andi Ardin Tjatjo mengatakan, jika pada Agustus lalu memang pihaknya juga sempat meminta penambahan pupuk subsidi karena ada kekurangan 30 persen. "Tapi itu sudah dipenuhi, dan kita mulai salurkan pada musim tanam Oktober ini," akunya.

Adapun penambahan pupuk subsidi yang diperoleh kata Ardin, hanya tiga item, karena yang lain masih cukup, yaitu Urea sebanyak 233.690 ton atau 38%, lalu SP-36 31.196 atau 13% dan ZA sebanyak 54.437 atau 12 persen.  (R-1)

Baca Juga

Antara

Menkes: Bio Farma Belum Tentukan Harga Vaksin Mandiri

👤Ant 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 20:16 WIB
"Sehingga pemerintah belum bisa menentukan harga batas atas dan bawah dari vaksin tersebut,"...
Foto Twitter Fahmi Ismail.

Pengamat: Perlu Edukasi Publik untuk Ciptakan Dunia Maya Sehat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 19:51 WIB
Cyber Crime Polri sebagai aparat penegak hukum dapat melakukan edukasi kepada masyarakat dengan menegur terlebih dahulu konten yang...
ANTARA/Wahdi Septiawan

KLHK Tangkap Pemburu Satwa Liar di TN Way Kambas

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 27 Februari 2021, 19:30 WIB
Para pemburu satwa liar tersebut akan dijerat dengan pasal pidana...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya