Selasa 22 September 2020, 06:05 WIB

Saya tidak Mampu Menangis Lagi

(Aiw/Ant/H-2) | Humaniora
Saya tidak Mampu Menangis Lagi

ANTARA/SYIFA YULINNAS
BEBAN PETUGAS KESEHATAN: Petugas medis merawat pasien di ruang rawat isolasi covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah-Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh

 

MALAM makin larut, tapi mata Gie masih terjaga. Insomnianya makin akut, memaksa perempuan itu untuk meminum obat tidur demi sekadar terlelap dan berharap pandemi ini hanya mimpi.

Namun, saat bangun, kenyataan pedih itu kembali dirasakannya setelah ia menyaksikan empat orang terdekatnya terpapar covid-19. “Pertama adik saya positif (covid-19), lalu ibu saya, adik saya satu lagi positif, dan anak saya juga positif,” ujar salah satu tenaga kesehatan di Poli Pinere RSUD Arifin Achmad, Kota Pekanbaru, Riau, itu belum lama ini.

Ia bertugas menangani uji cepat dan uji usap covid-19 di fasilitas kesehatan Pemprov Riau. Namun, di balik baju hazmat yang melindunginya, ia tetaplah manusia biasa. “Saya tidak mampu menangis lagi, cuma bisa ketawa.

Awal keluarga masuk rumah sakit semua, saya macam orang stres, nggak bisa tidur. Jam 12 malam saya keluar cuma buat naik mobil keliling kota tiga kali putaran. Terakhir saya bawa salat supaya tenang.”

Hingga 21 September 2020, pemerintah melaporkan 4.176 kasus baru covid-19 sehingga total kasus terkonfirmasi saat ini mencapai 248.952.

Kepala Bidang Koordinator Relawan Medis, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jossep F William menyebutkan relawan tenaga kesehatan yang berada di puskesmas ataupun rumah sakit darurat sudah mengalami kelelahan, bahkan fasilitas kesehatan mulai kehabisan tenaga kesehatan cadangan.

Menurut Jossep, SDM perawat dan bidan memang masih tersedia sekitar 2.000 orang. Namun, keletihan yang dialami para dokter dan perawat sudah pada tahap ‘lampu kuning’.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa tren peningkatan jumlah positif covid-19 yang kian tinggi harus segera direspons.

“Strategi baru dalam ketersediaan tenaga kesehatan secara nasional harus segera diterapkan,” ujar Lestari dalam sikap resminya.

Sejumlah daerah memang ada yang sudah berupaya merekrut tenaga kesehatan tambahan, tapi itu hanya solusi jangka pendek.

Tidak meratanya jumlah tenaga kesehatan di Tanah Air, menurut legislator Partai NasDem itu, harus diatasi dengan kebijakan yang segera agar penanganan pengendalian covid-19 di Tanah Air yang baik bisa segera direalisasikan. (Aiw/Ant/H-2)

Baca Juga

Ist/Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Hotel Indonesia Kempinski Jakarta Gelar Acara Bertajuk “Wondrous 60 Years"

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 14:01 WIB
Selama bulan Agustus Hotel Indonesia Kempinski Jakarta bekerja sama dengan ISA Art & Design menyajikan karya seni bertema...
Ist/DPR

Fadli Zon: Prangko Identitas Negara dan ‘Second Track Diplomacy’ Antarwarga

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 12:55 WIB
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon menilai kehadiran prangko dapat menjadi identitas suatu negara, seperti...
Media Indonesia

Media Indonesia Raih Penghargaan Sebagai Most Educative Media dari BMKG

👤Atalya Puspa 🕔Senin 08 Agustus 2022, 12:47 WIB
Media Indonesia meraih penghargaan sebagai Most Educative Media dalam ajang Badan Meteorlogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya