Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMANFAATAN sampah nonorganik seperti plastik dan botol plastik bekas bukan hanya dilakukan oleh Industri daur ulang berskala besar semata. Nyatanya, sampah tersebut pun bisa menghasilkan nilai ekonomi di tangan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Salah satunya adalah para pengurus Bank Sampah Migunani Asri Madani (BS MAM) di Perumahan Griya Serpong Asri RW 05, Desa Suradita, Kecamatan Cisauk, Tangerang, Banten. Mereka mengubah sampah yang tak bernilai menjadi kumulasi ekonomi sejak dibuang warga.
Sebuah upaya yang tidak hanya menggerakkan ekonomi warga, tetapi juga punya peranan untuk membuat plastik agar tidak berakhir menjadi sampah. Karena sebetulnya plastik, apalagi jenis polyethylene terephthalate atau PET dapat didaur ulang berkali-kali menjadi barang-barang yang berguna bagi kehidupan.
Istiningsih Rahayu, salah satu pengurus Bank Sampah MAM mengatakan, aktivitas mengumpulkan dan menimbang sampah dilakukan sebanyak dua kali dalam sebulan. Biasanya, sampah non-organik bisa langsung dijual pada pengepul.
“Sebagian kami langsung jual ke pengepul, ada yang dijadikan hiasan daur ulang seperti plastik, botol plastik dan galon,” kata Isti saat dihubungi, Jumat (4/9).
Isti mengatakan, di Bank Sampah Migunani ini tiap penimbangan ada lima pos bersiaga tersebar di RW 05, Desa Suradita. Biasanya, penimbangan dilakukan pada Kamis minggu kedua dan keempat. Volume sampah yang dikumpulkan pun beragam. Mulai dari 1,5-2,5 ton per bulan.
“Ada sekitar 33 jenis sampah yang dijual ke pengepul, harganya pun bervariasi, tergantung jenisnya,” kata dia.
Selain dijual langsung ke pengepul, kata Isti, beberapa jenis sampah dijadikan kerajinan tangan. Misalnya seperti plastik yang dijadikan kerajinan tas hingga kantong belanja, bungkus kopi yang dijadikan tas hingga dompet, botol plastik yang dijadikan barang seperti vas bunga,
pot bunga hidup, tempat pensil, bunga-bunga, aquarium dari galon, kursi dan meja.
“Hasil kerajinan tangan ini pun biasanya dijual lewat pameran, atau media sosial seperti facebook,” lanjut dia.
Selain Isti, warga RW 03, Kelurahan Semper, Cilincing, Jakarta Utara kompak membuat tanaman hydroponik dengan memanfaatkan galon PET sebegai media tanamnya.
Kepala Asrama Lingkungan Hidup Unit Semper, Muhammad Yusuf mengatakan,
program ini sudah berjalan sekitar dua bulan lalu. Nyatanya hasil limbah bekas kemasan air minum ini bisa dijadikan media tanam. “Semua antusias, apalagi kami sedang menggalakan urban farming di sini juga,” singkat dia. (Gan/S1-25)
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
Program pengelolaan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomis, seperti batako, pot bunga, dan pelat.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved