Rabu 09 September 2020, 05:45 WIB

Pemda Harus Perluas Kerja Sama Lab Untuk Tingkatkan Tes Covid-19

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pemda Harus Perluas Kerja Sama Lab Untuk Tingkatkan Tes Covid-19

MI/Dwi Apriani
Petugas kesehatan di RSUD Sekayu, Sumatra Selatan memeriksa sampel covid-19 dengan PCR

 

PEMERINTAH daerah diminta untuk menjalin kerja sama dengan laboratorium-laboratorium swasta setempat. Hal itu guna meningkatkan hasil testing agar tidak terjadi ketimpangan antar daerah.
 
"Jadi ketimpangan dalam testing (Covid-19) per daerah, ini disebabkan karena ada perbedaan kemampuan sumber daya yang dimiliki tiap daerah tersebut. Di antaranya ketersediaan lab testing berikut SDM-nya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Selasa (8/9).

Upaya Satgas Covid-19 dalam mendorong daerah menambah laboratorium testing-nya, termasuk melakukan kerjasama dengan laboratorium-laboratorium swasta setempat. Khususnya pada kota-kota besar yang menjadi poros aktivitas sosial ekonomi. Saat ini telah banyak yang menembus target standar World Health Organization (WHO), yaitu 1000 per 1 juta penduduk tiap minggunya.

Berdasarkan sumber data Kementerian Kesehatan per 6 September 2020 atau dalam sepekan terakhir ini, menunjukkan ada beberapa daerah yang telah melampaui standar dimaksud.

Di antaranya DKI Jakarta telah mencapai angka 3.084 orang yang diperiksa. Provinsi lainnya, Kalimantan Timur mencapai 2.157 orang, DI Yogyakarta mencapai 1.198 orang, Sulawesi Utara ada 1.197 orang dan Kalimantan Selatan ada 1.128 orang.

baca juga: Tim Percepatan Kebut Produksi Vaksin Merah Putih

Meski demikian beberapa provinsi yang memiliki pasien Covid-19 dalam jumlah cukup besar masih belum mencapai target testing. Seperti Jawa Tengah 411 orang, Jawa Barat 301 dan Jawa Timur 480 orang.

"Tentunya daerah-daerah lain harus segera mengikuti pencapaian beberapa provinsi yang sudah berhasil tersebut. Dan para pimpinan daerah dapat segera meningkatkan itu dengan bantuan satgas di pusat," ujarnya.

Dengan begitu diharapkan dapat menjaring kasus positif tanpa gejala lebih banyak agar betul-betul kita dapat menangani kasusnya lebih baik, deteksi dini lebih baik dan hasil akhirnya lebih baik. (OL-3)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

BPPT Dorong Penguatan Strategi AI Tingkatkan Daya Saing dan Kemandirian

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 23 Juni 2021, 09:35 WIB
Implementasi AI membuat  industri di Indonesia berpeluang untuk mengejar ketertinggalannya terhadap negara...
dok.Humas Pemkot Bekasi

Kemenkes Belum Bayar Klaim Covid-19 RSUD Kota Bekasi Rp144 Miliar

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Rabu 23 Juni 2021, 09:30 WIB
Piutang klaim pelayanan pasien Covid-19 dari November 2020-Mei 2021 di RSUD Chasbullah Abdulmajid (Cam) Kota Bekasi sebesar Rp144 miliar...
ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Satgas Ingatkan Meski Sudah Vaksin Masih Bisa Tertular Covid-19

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Rabu 23 Juni 2021, 09:08 WIB
"Kekebalan individu tidaklah cukup dalam meredam penularan dan untuk mengatasinya dibutuhkan kekebalan komunitas (herd...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya