Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMENUHAN gizi bagi setiap keluarga sangat penting untuk mencegah stunting (tengkes). Stunting terjadi bukan hanya karena minimnya pemenuhan gizi
setelah bayi lahir. Jauh dari itu, kebutuhan nutrisi ibu saat masa kehamilan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan bayi.
“Nggak dilakukan inisiasi menyusui dini, anak nggak mendapatkan ASI eksklusif, ibunya percaya bahwa ASI saja nggak cukup, lalu ibunya nggak pede, dicampur makanan lain,
susu lain selain ASI. Ini yang membuat tumbuh kembang anak jadi terganggu. Konfi rmasi anaknya bisa stunting, dan risiko anak bisa terkena penyakit tidak menular,” ujar
ahli gizi Tan Shot Yen dalam webinar bertema ASI dan gizi seimbang dalam upaya penurunan stunting, kemarin.
Karena itu, penting bagi ibu memperhatikan asupan gizi selama masa kehamilan dan menyusui. Selanjutnya, setiap ibu juga harus menyadari bahwa pemberian air susu ibu
(ASI) eksklusif banyak bermanfaat bagi anak dan ibu.
Pasalnya, ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. “Bayi akan tehindar dari diare karena ASI steril, menyusui dapat melatih pancaindra bayi hingga di kemudian hari
anak memiliki kestabilan emosi,” jelas Tan
Pada kesempatan yang sama, Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Lenny N Rosalin,
mengatakan keluarga menjadi ujung tombak dalam melakukan langkah pencegahan stunting.
Menurut Lenny, saat ini ada 79,5 juta anak dari 81,2 juta keluarga. Dari jumlah itu, ada 10% anak yang konsumsi kalori hariannya kurang dari batas normal, yakni 1.400 kilo
kalori/ hari.
Sebab itu, Lenny meminta keterlibatan aktif masyarakat untuk melakukan pencegahan stunting mulai dari keluarga sendiri, seperti pemenuhan gizi dan pemberian ASI eksklusif.
(Ata/H-1)
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved