Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAUD atau kecurangan masih menjadi salah satu sumber masalah dari defisit keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Diperlukan sistem yang kuat untuk mengatasi masalah klasik tersebut. "Meski angka fraud BPJS Kesehatan di bawah 1%, ini jadi salah satu penyebab defisit dan harus diatasi," kata Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Murti Utami dalam lokakarya daring bertajuk Membangun Infrastruktur Pencegahan Kecurangan dalam Program JKN, kemarin.
Pemerintah, kata Murti, telah menyempurnakan berbagai regulasi untuk mencegah fraud. Di antaranya penerbitan Permenkes Nomor 16 Tahun 2019 yang merupakan revisi Permenkes 36 Tahun 2015 tentang pencegahan fraud.
Selain itu, pemerintah juga telah membentuk tim pencegahan fraud yang terdiri dari unsur pemerintahan, BPJS Kesehatan, dan berbagai stakeholders terkait. "Tapi ini masih belum optimal karena masih lemahnya komitmen pimpinan daerah," ujarnya.
Inspektur I Kemenkes Edward Harefa menambahkan, fraud dapat berpotensi terjadi dari berbagai lingkup, mulai peserta, fasilitas layanan kesehatan, hingga petugas BPJS.
Hasil audit sejumlah kecurangan yang ditemukan sebanyak 898 rumah sakit mengajukan pembayaran kelas lebih tinggi dan diperkirakan kerugiannya mencapai Rp6 triliun. Selain itu, 5%-10% pembayaran perawatan yang tidak perlu menimbulkan kerugian mencapai Rp10 triliun.
Selanjutnya, 25.326 perusahaan memanipulasi data upah karyawannya hingga berpotensi menimbulkan kerugian terhadap BPJS Kesehatan sebesar Rp6,19 triliun. (Ata/H-1)
Pemkab Bandung mengajukan permohonan kepada Kemendikdasmen agar dana BOSP dapat dipakai untuk membayar gaji 4.360 guru dan tenaga kependidikan paruh waktu.
DIREKTUR Utama BPJS Kesehatan periode 2026-2031, Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, Sp.JP(K), FIHA, MMRS kini memimpin salah satu lembaga dengan kelolaan dana terbesar di Indonesia.
TONGKAT estafet kepemimpinan BPJS Kesehatan resmi berpindah.
MAYJEN TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito resmi dilantik sebagai Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan periode 2026-2031.
MAYJEN TNI (Purn) Prihati Pujowaskito resmi menjabat Direktur Utama BPJS Kesehatan. Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina, berharap direktur yang baru berani membenahi pelayanan kesehatan
MAYJEN TNI (Purn) Prihati Pujowaskito secara resmi telah ditunjuk sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan oleh Presiden Prabowo Subianto. Berikut Profil pimpinan BPJS Kesehatan yang baru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved