Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Pendaftar UM PTKIN Meningkat, Menag Target Mahasiswa Luar Negeri

Atalya Puspa
22/8/2020 08:44
Pendaftar UM PTKIN Meningkat, Menag Target Mahasiswa Luar Negeri
Mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, melintas di depan kampus mereka.(MI/Bagus Suryo )

JUMLAH pendaftar Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) terus meningkat. Pendaftar UM-PTKIN pada 2018 berjumlah 103.444 orang, pada 2019 berjumlah 122.981 orang, dan pada 2020 sebanyak 155.982 orang.

"Alhamdulillah kita bersyukur meskipun situasi dan suasana covid-19, ternyata tidak mengurangi peminat yang mendaftar ke PTKIN, baik melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) maupun UMPTKIN," kata Menteri Agama Facrul Razi dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8).

Dalam kesempatan itu, diserahkan juga  penghargaan kepada kepala daerah peduli pendidikan Islam, serta penghargaan kepada PTKIN dengan Pendaftar Tertinggi SPAN-PTKIN dan Pendaftar Tertinggi UM-PTKIN.

Baca juga: Pembukaan Sekolah Harus Dievaluasi

Gelaran itu dihadiri sejumlah kepala daerah, para rektor/ketua dari 58 PTKIN di Indonesia, dan para mitra UM-PTKIN. Turut mendampingi Menag saat penyerahan penghargaan Dirjen Pendis Ali Ramdhani dan Ketua Panitia Nasional UM-PTKIN Mahmud.

Meski jumlah pendaftar terus meningkat, Menag minta civitas akademika PTKIN tidak berpuas diri. Menag ingin pendidikan Islam di Indonesia menjadi destinasi dunia. Karenanya, panitia harus mulai memikirkan mekanisme penerimaan mahasiswa luar negeri.

"Tolong dipikirkan secara matang. Itu semua harus dimulai dengan komitmen kita tehadap budaya mutu PTKIN yang kita jaga bersama-sama," tegas Menag.

"Saya menyakini jika PTKIN kita berkualitas, otomatis peminat pun akan banyak yang masuk dari dalam dan luar negeri," sambungnya.

Menag mengapresiasi inovasi pelaksanaan UMPTKIN dengan Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Penggunaan sistem ini bahkan telah mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai UM-PTKIN berbasis SSE dengan peserta terbanyak, bukan saja di Indonesia melainkan di dunia.

Menurut Menag, dalam situasi pandemi covid-19, PTKIN memang dituntut lebih kreatif dan inovatif.

"Saya ingin ada kebanggaan bagi para siswa atau orangtua untuk pertama kali mendaftar diri adalah PTKIN kita, baru ke perguruan tinggi umum lainnya dengan jalur yang berbeda," harapnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya