Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Satgas Tegaskan belum Ada Obat Covid-19

Ihfa Firdausya
21/8/2020 10:11
Satgas Tegaskan belum Ada Obat Covid-19
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito.(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

JURU Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, hingga saat ini, belum ditemukan penawar atau obat untuk covid-19, di Indonesia maupun di dunia.

"Ilmuwan dan negara-negara yang ada di dunia terus berlomba menciptakan obat ataupun vaksin guna menyembuhkan covid-19," ujar Wiku, Kamis (20/8).

Menurut Wiku, pekan ini, Menteri BUMN Erick Thohir selaku Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional beserta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sedang melakukan pertemuan dengan Pemerintah Tiongkok. Pertemuan itu membahas hubungan bilateral dalam penangan covid-19.

"Salah satunya pembicaraan tentang vaksin. Beberapa hal terkait kontribusi alat kesehatan jadi target penguatan kerja sama hubungan bilateral," ujarnya.

Baca juga: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Saat ini, kata Wiku, pengobatan pasien covid-19 menggunakan beberapa obat atau perawatan medis yang sudah ada sebelumnya untuk mengobati penyakit lain.

Selain itu, ada beberapa perawatan medis yang dikembangkan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia.

"Sebagian menunjukkan efek positif, meskipun juga harus digunakan secara hati-hati sampai dengan dapat betul-betul dapat direkomendasikan aman dan efektif," jelasnya.

Di Indonesia, pengembangan itu melibatkan lima asosiasi dokter spesialis. Antara lain Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Persatuan Spesialis Dokter Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Persatuan Dokter Spesialis Anastesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin), dan Persatuan Dokter Kardiovaskuler (PERKI).

Kelima asosiasi itu telah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan yang menyarankan alur penanganan penderita covid-19. Dalam hal ini, dpkter-dokter di Indonesia diharapkan bisa memberikan pengobatan yang terbaik sesuai ketersediaan obat dan fasilitas pelayan kesehatan yang dimiliki masing-masing daerah.

"Disampaikan, untuk pasien-pasien dengan gejala ringan, selain isolasi mandiri, diberikan beberapa obat, salah satunya vitamin C, antivirus, dan beberapa antivirus yang memiliki potensi menyembuhkan covid-19," jelasnya.

Saat ini, kata Wiku, dokter-dokter yang tergabung dalam asosiasi-asosiasi dimaksud telah merekomendasikan beberapa obat. Di antaranya remdesivir, favipiravir, lovinavir-ritonavir, oseltamivir dan obat-obatan lain untuk menurunkan gejala seperti Paracetamol untuk menurunkan panas atau demam lebih dari 38 derajat celsius.

"Sedangkan untuk gejala sedang ada beberapa obat direkomendasikan, yaitu klorokuin, azitromisin dan beberapa antikoagulan, apabila terjadi terjadi potensi penggumpalan darah," lanjutnya.

Untuk gejala berat atau kritis obat yang digunakan ialah kortikosteroid dan antibiotik spektrum luas sesuai dengan perkembangan klinisnya.

"Kami sampaikan ini agar dokter-dokter yang menangani pasien covid-19 dapat betul-betul dapat memilih pengobatan yang terbaik," ujarnya.

Khususnya dalam libur panjang akhir pekan ini, Wiku meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak. Dia meminta masyarakat disiplin dalam memanfaatkan hari liburnya. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya