Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
VAKSIN Covid-19 yang saat ini sedang diuji klinis oleh sejumlah lembaga diproyeksikan akan diberikan kepada daerah paling terdampak pandemi tersebut saat prosedur uji klinis dan izin edar selesai dilakukan.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sekitar 180 juta warga Indonesia akan mendapatkan vaksin tersebut pada tahun depan jika vaksin telah ditemukan.
"Indonesia menyiapkan Rp5 triliun tahun ini, tahun depan diperkirakan bagaimana 180 juta penduduk ini mempunyai akses terhadap imunisasi," kata Airlangga saat diskusi daring Mengatasi Pandemi dan Mencegah Krisis Ekonomi, Kamis (20/8).
Airlangga menjelaskan, vaksin diprediksi tidak cukup hanya diberikan satu kali. Setiap orang bisa menerima lebih dari 1 kali suntikan untuk mendapatkan imunitas terhadap virus SARS-CoV 2.
Baca juga : Unair Terima Kritikan untuk Penyempuran Obat Covid-19
Jika 180 juta orang akan melakukan vaksin dan dilakukan sebanyak 2 kali maka pemerintah wajib menyediakan 360 juta dosis vaksin.
"Nantinya akan disuntikan 1 juta orang per hari dan diprioritaskan ke daerah yang terdampak lebih dulu, lalu di lakukan sesuai usia, jika dilihat dari batas usia, umur yang efektif antara 19-59 tahun," ujar Airlangga.
Saat ini beberapa lembaga tengah melakukan uji coba vaksin covid, ada PT Bio Farma (Persero) yang bekerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok Sinovac Biotech Co, Kalbe Farma yang membuat vaksin dengan perusahaan asal Korea Selatan Genexine, dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang akan membuat vaksin Merah Putih. (OL-7)
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Di tengah maraknya produk yang beredar, kredibilitas riset dan sertifikasi menjadi kriteria seleksi utama bagi konsumen cerdas.
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
Pil kontrasepsi pria eksperimental YCT-529 tanpa hormon lolos uji awal tanpa efek samping serius, membuka jalan jadi kontrasepsi pria pertama yang aman dan efektif.
Vaksin tuberkulosis merupakan vaksin tuberkulosis inhalasi pertama. Vaksin ini dikembangkan dengan menggunakan tiga antigen.
Pelaksanaan uji klinis dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved