Kamis 20 Agustus 2020, 13:55 WIB

Tingkatkan Nilai Tambah Sumber Daya Alam Melalui IPTEK

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Tingkatkan Nilai Tambah Sumber Daya Alam Melalui IPTEK

Antara/M Agung Rajasa
Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro

 

Indonesia dikenal kaya sumber daya alam (SDA) yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Namun, menurut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro, ekonomi negara tidak boleh hanya bergantung kepada ekstraksi SDA saja.

Masyarakat harus mampu menciptakan nilai tambah dari SDA yang ada dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

"Ekonomi kita tidak boleh hanya bergantung kepada ekstraksi sumber daya alam, baik itu hasil pertanian maupun hasil tambang, tetapi dengan sentuhan teknologi dan sentuhan ilmu pengetahuan, kita harus menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang kita miliki tersebut," ujar Bambang dalam pernyataan tertulis, Kamis (20/8).

Lebih lanjut Menristek/Kepala BRIN mengatakan inovasi harus dijadikan sebagai spirit atau semangat yang dimiliki oleh setiap masyarakat. Negara yang maju hanya bisa diciptakan oleh masyarakat yang inovatif.

"Kita harus menjadikan inovasi sebagai suatu spirit suatu semangat yang muncul di kalangan masyarakat kita. Karena hanya dengan menjadi masyarakat inovatiflah kita bisa menciptakan negara maju," imbuhnya.

Bambang menambahkan ke depan kecerdasan artifisial menjadi salah satu upaya bagi Indonesia agar tidak hanya menjadi pasar, melainkan juga mampu menjadi pemain dalam revolusi industri 4.0.

Baca juga: BPOM Diminta Independen untuk Loloskan Obat Covid-19

"Indonesia tidak boleh hanya menjadi market dari Revolusi Industri ke-4, Indonesia harus bisa menjadi player. Salah satunya player dalam kecerdasan artifisial. Kami mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh berbagai pihak agar kecerdasan artifisial mulai mewarnai kegiatan ekonomi di Indonesia di berbagai sektor," sambungnya.

Di samping itu, kata Bambang, kecerdasan artifisial juga harus bermanfaat bagi masyarakat, mampu menciptakan efisiensi dalam perekonomian, dan mampu menjadi dasar keunggulan inovasi Indonesia di masa depan.

"Pada akhirnya kita harus memikirkan bahwa kecerdasan artifisial di Indonesia karena pertama, langsung bermanfaat buat masyarakat. Kedua, harus bisa menciptakan efisiensi dalam perekonomian, dan ketiga, harus bisa menjadi dasar dari keunggulan inovasi kita di masa depan," pungkasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

dok.ist

Pengabdian Masyarakat STIH Iblam Jakarta Perkuat Jaminan Kesejahteraan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 26 Januari 2022, 05:59 WIB
STIH IBLAM bekerjasama dengan Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Kramat Jati Jakarta, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk...
Antara

2.957 Pasien Korona Dirawat di Wisma Atlet kemayoran

👤Ant 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:39 WIB
Aris menjelaskan jumlah pasien dalam perawatan pada Senin (24/1) sebanyak 2.862...
Dok MI

Susu Sapi Penting untuk Cegah Stunting pada Anak

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:04 WIB
Produk susu merupakan salah satu protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting, dibandingkan dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya