Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
Genomik Solidaritas Indonesia (GSI Lab) secara resmi membuka laboratorium tes PCR (Polymerase Chain Reaction) pertama di Indonesia yang memiliki kapasitas layanan tes PCR berskala nasional dan berkapasitas besar.
Saat ini potensi penularan kasus positif Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat. Karena itu, aksi cepat dan data akurat dibutuhkan guna menanggulangi peningkatan kasus secara signifikan dan menghindari potensi lonjakan gelombang kedua Covid-19 di dalam negeri.
“Kebutuhan untuk melakukan tes PCR secara masif terus meningkat seiring dengan pergerakan angka penularan Covid-19 di Indonesia. GSI Lab menjadi yang pertama dalam menghadirkan laboratorium tes PCR dengan kapasitas besar hingga 5.000 tes per hari. Hadirnya laboratorium dengan kapasitas besar ini diharapkan dapat mendukung Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam meningkatkan kapasitas tes PCR nasional secara signifikan serta memperluas akses pengetesan PCR bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar dr. Nino Susanto selaku Direktur Utama GSI Lab dalam konferensi pers yang diadakan di GSI Lab di Jakarta Selatan hari Rabu (12/8).
Ketahui target pemerintah untuk tes PCR dalam sehari: https://mediaindonesia.com/read/detail/304271-serius-lawan-covid-19-pemerintah-bidik-10-ribu-tes-pcr-per-hari
Dengan kehadiran seluruh fasilitas lab yang memadai ini, GSI Lab mengajak korporasi dan masyarakat luas agar saling melindungi satu sama lain dengan melakukan tes PCR. Dengan mengetahui kondisi diri secara akurat akan paparan Covid-19, membuat seluruh pihak menjadi lebih aman dan nyaman beraktivitas di era tatanan hidup baru.
Sebagai kewirausahaan sosial yang menjunjung nilai semangat solidaritas dan gotong-royong, GSI Lab juga meluncurkan #SwabAndSaveIndonesia yaitu sebuah program untuk membantu masyarakat yang kesulitan mengakses tes PCR. Program ini mengajak perusahaan dan individu untuk berkontribusi dalam solidarity fund yang akan dialokasikan untuk melakukan pengetesan PCR gratis kepada masyarakat yang membutuhkan dan dalam rangka program surveillance.
Program #SwabAndSaveIndonesia mengusung konsep dua untuk satu PCR. Untuk setiap 2 pengetesan PCR gratis yang didonasikan oleh perusahaan atau individu, GSI Lab akan memberikan kontribusi ke dalam program #SwabAndSaveIndonesia dengan menambah 1 pengetesan PCR gratis tambahan. Donasi akan disalurkan kepada Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan covid-19 untuk memastikan pengetesan PCR gratis terdistribusi dengan baik.
Memperluas akses bantuan, GSI Lab bekerja sama dengan BenihBaik.com dan Shopee, untuk mengajak masyarakat bersama-sama mengulurkan tangan dalam mendukung program #SwabAndSaveIndonesia. Andy F Noya sebagai pendiri Benihbaik.com menuturkan, “Kami menyambut baik inisiasi yang dilakukan melalui kampanye GSI Lab #SwabAndSaveIndonesia yang sejalan dengan misi kami di BenihBaik.com yaitu peduli akan isu kemanusiaan. Dalam kesempatan ini GSI Lab memberikan akses luas bagi masyarakat yang kesulitan untuk melakukan pengetesan PCR, berapapun kontribusi donasi yang diberikan masyarakat akan sangat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan.”
Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dapat dilakukan melalui link https://benihbaik.com/campaign/tes-pcr-gratis-untuk-masyarakat ataupun juga bisa dilakukan melalui platform Shopee. (OL-12)
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved