Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 800 orang telah mengajukan diri untuk menjadi relawan uji klinis vaksin covid-19. Hal itu disampaikan oleh Ketua tim riset Fakultas Kedokteran Unpad Kusnandi Rusmil.
"Daftar ke kami sampai sekarang jumlahnya ada 800-an. Pendaftaran ini dibuka selama 2 bulan. Puskesmas Garuda, Ciumbuleuit, Dago, dan Puter, serta Unpad juga sudah menyiapkan semua," kata Kusnadi dalam acara Kick Off Meeting dan Simulasi Uji Klinis Vaksin Covid-19, Bandung, Kamis (6/8).
Baca juga: Pentingnya Uji klinis di Zaman Now
Kusnadi membeberkan, nantinya para relawan akan melakukan serangkaian proses yang telah ditentukan oleh pihak peneliti. "Fase-fasenya adalah subjek penelitian akan 5 kali datang selama 6 bulan," ucapnya.
Pertama, relawan akan datang sebelum penyuntikan vaksin untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan uji swab. Selanjutnya, relawan akan kembali lagi setelah hasil swab keluar untuk berikutya dilakukan penyuntikan.
"Setelah disuntik pertama, 15 hari kemudian disuntik lagi yang kedua. Setelah kedua, kita ikuti 6 bulan selanjutnya," ucapnya.
Adapun, sepanjang waktu pengamatan, relawan akan diambil darah sebanyak tiga kali untuk dilakukan pemantauan.
"Nanti 50% dapat vaksin, 50% dapat plasebo secara random. Nanti dibandingkan bagaimana keamanannya, bagaimana hasil efektivitasnya," ucapnya.
Baca juga: KSAD: Uji Klinis TNI AD dan Unair Harapan Baru Pengobatan Korona
Seperti diketahui, Tim riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bersama Bio Farma dan Sinovach Biotech, Tiongkok, sedang menyiapkan uji klinis vaksin covid-19. Vaksin asal Tiongkok ini rencananya akan disuntikkan kepada 1.620 relawan di Kota Bandung sesuai prosedur uji klinis vaksin. (Ata/A-3)
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Di tengah maraknya produk yang beredar, kredibilitas riset dan sertifikasi menjadi kriteria seleksi utama bagi konsumen cerdas.
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
Pil kontrasepsi pria eksperimental YCT-529 tanpa hormon lolos uji awal tanpa efek samping serius, membuka jalan jadi kontrasepsi pria pertama yang aman dan efektif.
Vaksin tuberkulosis merupakan vaksin tuberkulosis inhalasi pertama. Vaksin ini dikembangkan dengan menggunakan tiga antigen.
Pelaksanaan uji klinis dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved