Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
TERDAPAT sejumlah potensi penyebab kematian pada kasus Covid-19 di tanah air, diantaranya penanganan yang terlambat, penderita penyakit tidak menular hingga kesediaan fasilitas kesehatan.
"Ini yang pertama penanganan yang terlambat. Ini potensi yang pertama yang kedua karena memang Indonesia ini punya 2 beban, yakni masih banyak terdapat penyakit menular tapi yang kita juga punya beban penyakit tidak menular dan cukup tinggi juga di dunia," kataTim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah, dalam diskusi di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (5/8).
Banyak masyarakat Indonesia memiliki penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Menurut Dewi, ini merupakan faktor komorbid pasien Covid-19 dan dapat memperburuk kondisi pasien.
"Contohnya saja hipertensi, ternyata 23% atau 26% lebih kematian di Indonesia Itu penyebabnya justru karena hipertensi. Jadi kalau misal sudah kena hipertensi dan kena Covid-19 juga pasti kondisi akan jauh lebih buruk atau diabetes, penyakit gula ternyata juga masih banyak di seluruh wilayah Indonesia," sebutnya.
Selanjutnya pemerintah daerah harus memastikan jumlah fasilitas kesehatan, seperti RS rujukan, Kamar ICU, dan SDM tenaga kesehatan cukup untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tidak terlambat.
"Potensi penyebab kematian terkait dengan kesediaan dari Fasilitas Kesehatan, baik dari alat kesehatannya, sdm-nya. Jangan juga orang heboh dengan covid-19 dan berbondong-bondong pergi ke rumah sakit akhirnya rumah sakitnya dipenuhi oleh banyak pasien, kemudian bingung untuk mengambil mana yang didahulukan, akhirnya bisa miss mana yang prioritas dengan yang tidak perlu yang ingin kita hindari sebenarnya," lanjutnya.
Baca juga : Tangani Covid-19,Obat Tradisional tak Dapat Gantikan Peran Vaksin
Dewi tak memungkiri, masih banyak pekerjaan rumah terkait peningkatan fasilitas kesehatan yang harus diseimbangkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Oleh karena itu, harus dipastikan ketersediaan tempat tidur, ketersediaan ventilator, SDM kesehatan untuk menangani Covid-19 dan angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit ini masih sesuai standar WHO.
"Kalau bisa jangan100% penuh. bahkan 60% saja sehingga ketika ada kenaikan kasus masih bisa ditampung lagi untuk masuk ke dalam rumah sakit," ujarnya.
Dalam penanganan yang dirawat di rumah sakit adalah mereka yang memiliki gejala sedang sampai dengan berat. Sebut Dewi, ketika gejalanya ringan atau bahkan tidak ada gejala maka mereka dipisahkan atau ditempatkan pada rumah sakit darurat.
"Rumah sakit itu kan dengan peralatan yang sangat lengkap untuk membantu orang-orang dengan prioritas jika gejalanya berat maka bisa ditangani dengan sesuai prosedur di sana," pungkasnya. (OL-7)
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Insiden maut terjadi di Desa Ungasan, Badung, Bali. Tembok proyek ambruk menimbun pekerja, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Dari hasil pencarian terbaru, 20 jenazah ditemukan di Aceh Tamiang, enam di Aceh Utara, sembilan di Aceh Timur, dan empat di Pidie Jaya.
Apabila ada jenazah yang belum teridentifikasi sementara tempat penyimpanan terbatas, polisi akan melakukan pemakaman dengan penandaan khusus.
Dari 58 kantong jenazah yang diterima RS Bhayangkara sejak 27 November 2025, 33 jenazah telah teridentifikasi melalui data primer dan sekunder serta sudah diserahkan kepada keluarga.
Kompolnas sebagai lembaga pengawas kepolisian memantau langsung perkembangan pencarian dua remaja yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh KontraS
Penyerahan jenazah merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved