Senin 27 Juli 2020, 14:40 WIB

Penyerapan Baju Hazmat Minim, Nasib Ribuan Buruh Dipertaruhkan

Selamat Saragih | Humaniora
Penyerapan Baju Hazmat Minim, Nasib Ribuan Buruh Dipertaruhkan

MI/Faishol Taselan
Produksi baju hazmat produk lokal.

 

PEMBAYARAN gaji buruh akibat tersendatnya penyerapan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan berdampak pada kesejahteraan para buruh.

Ketua Buruh PT GA Indonesia, Sri Rezeki mengatakan perusahaan tempat dia bekerja yang memproduksi baju hazmat kini mengalami masalah finansial. Penyebabnya penyerapan produksi baju hazmat oleh Kementerian Kesehatan yang tidak berjalan dengan baik.

“Tempat atau perusahaan kami bekerja sudah maksimal memproduksi baju hazmat dengan bekerja 3 shift selama 24 jam sesuai dengan kebutuhan. Tapi kami mendengar penyerapan di kementerian ada yang tidak optimal. Tentunya ini berdampak pada perusahaan yang ujungnya juga kepada kami para buruh,” ujar Sri Rezeki kepada wartawan di Jakarta, Senin (27/7).

Sri menyebutkan, di awal-awal pengerjaan baju hazmat banyak pekerjaan dan lancar. Namun anehnya, belum sampai memenuhi target, pihaknya mendengar ada kabar penghentian pembelian.

Baca Juga: Ganti Bikin Hazmat, Konveksi di Lampung Hentikan Produksi ...

“Harusnya setiap hari pengiriman baju hazmat. Tapi sudah tiga bulan ini tidak ada lagi pengiriman. Malah sampai ada stok 2 juta set baju hazmat di gudang, namun tidak ada pengiriman sejak awal bulan Mei 2020," herannya.

Karena barang menumpuk dan pembelian tidak jelas dari Kementerian Kesehatan, Sri khawatir pabrik melakukan keputusan merumahkan puluhan ribu karyawan karena tidak ada kegiatan produksi akibat masih menumpuknya baju hazmat di gudang.

“Itu makanya gaji buruh sudah tertunda dan bulan ini pasti tertunda lagi. Karena pengiriman dari perusahaan ke kementerian tidak ada kejelasan. Buruh juga butuh kepastian karena ini urusan perut manusia. Kita semua punya keluarga yang wajib dinafkahi. Kalau kondisinya terus begini, saya khawatir para buruh akan melakukan aksi demo karena sulit mencari pekerjaan lain di masa sulit,” tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Lolos Uji, RI Siap Produksi Baju Hazmat 17 Juta Setiap Bulan

Baca Juga

Ist

Baznas Kirim Tim Medis Ke Lokasi Gempa di Sulawesi Barat

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 23:57 WIB
Baznas telah mengirimkan tim medis dan tim tanggap bencana dari Jakarta untuk membantu proses evakuasi korban bencana gempa bumi di...
Antara

Wacana Vaksin Covid-19 Dijual Mandiri Dinilai Langkah Blunder

👤Sri Yanti Nainggolan 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 23:52 WIB
"Jadi penggunaannya sesuai dengan mekanisme strategi kesehatan masyarakat, bukan strategi ekonomi," tandas...
AFP

Kasus Covid-19 Melonjak, Kapolri Evaluasi Penanganan Wilayah

👤Rahmatul Fajri 🕔Sabtu 16 Januari 2021, 22:15 WIB
Seperti diketahui, per Jumat (15/1) kemarin, kasus positif covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 12.818...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya