Senin 20 Juli 2020, 18:25 WIB

Peneliti: Semakin Banyak Orang Minum Jamu karena Covid-19

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Peneliti: Semakin Banyak Orang Minum Jamu karena Covid-19

Antara/Fikri Yusuf
Masyarakat Indonesia makin suka minum jamu

 

Peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Fanie Indrian Mustofa melakukan penelitian terhadap perilaku masyarakat menggunakan jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama wabah covid-19.

Penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif observasional ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran secara umum bagaimana tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik masyarakat dalam mengonsumsi jamu selama wabah covid-19.

Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui media sosial dan grup WhatsApp selama 14 hari, yakni sejak 22 April hingga 5 Mei 2020.

Fanie menuturkan dari 1.524 partisipan yang telah dianalisa didapatkan kesimpulan:
- 79% responden mengonsumsi jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama wabah covid-19,
- 55,7% responden jadi lebih sering minum jamu setelah terjadi wabah covid-19
- 78,5% responden menyarankan orang lain, yaitu keluarga dan temannya untuk minum jamu guna mencegah covid-19.

“Sebagian besar masyarakat memang lebih sering minum jamu setelah terjadi covid-19, tapi mereka tidak menambah jenis jamu yang diminum. Mereka juga punya itikad yang baik untuk menyarankan orang lain untuk minum jamu selama wabah covid-19,” ujar Fanie dalam webinar Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Senin (20/7).

Dari 75 jenis tanaman jamu yang diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh, responden paling banyak mengonsumsi:
- Jahe sebanyak 1.252 orang
- Kunyit sebanyak 1.057 orang
- Serai 969 orang
- Temulawak 754 orang  
- Kayu manis 647 orang.

Selain itu, sebagian besar responden, yakni 966 orang mengaku mengonsumsi jamu buatan sendiri.

Baca juga: Thermal Gun Bisa Merusak Otak, Yurianto: Tidak Benar!

“Jahe tetap jadi primadona. Mungkin berkaitan dengan rasanya yang enak dan mudah diperoleh di mana-mana. Kemudian sebagian besar masyarakat mengonsumsi jamu buatan sendiri bukan beli jadi atau kemasan bermerk,” papar Fanie.

Namun, menurut Fanie, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengonsumsi jamu, khususnya selama pandemi covid-19 perlu dibarengi dengan edukasi dan promosi yang memadai.

"Ada 64,5 persen responden memiliki pengetahuan yang sedang terhadap jamu, sedangkan responden yang memiliki pengetahuan rendah tentang jamu jumlahnya lebih tinggi, yakni 20,1 persen.  Lalu, responden yang pengetahuannya mumpuni hanya 15,4 persen," lanjutnya.

Fanie mengungkapkan masih banyak orang yang tidak mengetahui bahwa jamu memiliki efek samping. Di samping itu, masih banyak juga yang beranggapan bahwa semakin sering mengonsumsi jamu dapat membuat daya tahan tubuh semakin kuat untuk mencegah covid-19. Padahal, mengonsumsi jamu juga memiliki efek samping, sehingga tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

“Masyarakat masih perlu kita berikan edukasi bahwa penggunaan jamu mempunyai aturan pakai. Walaupun jamu berasal dari bahan alam, bukan berarti jamu tidak memiliki efek samping sama sekali," jelas Fanie.

Jamu, imbuhnya, harus digunakan secara tepat aturan, tepat takaran, tepat bahan. "Jangan sampai salah jenis bahan baku, sehingga tidak memberikan efek bahkan memberikan efek sebaliknya,” pungkasnya. (OL-14)

Baca Juga

DOK UNIKA SANTO PAULUS RUTENG (https://unikastpaulus.ac.id/fkip-unika-santu-paulus-ruteng-gelar-konferensi-internasional/)

FKIP Unika Santo Paulus Ruteng Gelar Konferensi Internasional

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 10:36 WIB
Konferensi Internasional yang berlangsung secara daring melalui platform media zoom meeting itu, menghadirkan 6 (enam) pembicara kunci yang...
Antara

KAI Sudah Vaksinasi Covid 20.334 Penumpang di Stasiun

👤Insi Nantika Jelita/Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 30 Juli 2021, 09:55 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama anak usahanya yakni KAI Commuter memberikan layanan vaksinasi covid-19 gratis. Hingga Kamis...
Ant

BPJS Kesehatan Masuk Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2021

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Juli 2021, 09:50 WIB
BPJS Kesehatan berhasil menyabet penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik Terpuji Klaster Lembaga Pemerintahan dalam Kompetisi Inovasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya