Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS baru warga terinfeksi covid-19 masih terjadi hingga Senin (13/7). Ini menunjukkan adanya penularan yang terjadi di tengah masyarakat.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan kasus positif yang teridentifikasi dalam beberapa minggu terakhir adalah hasil pelacakan atau tracing yang dilakukan secara masif. Selain tracing, pihaknya juga melakukan upaya pemeriksaan laboratorium secara masif.
"Sebagian besar kasus yang kita dapatkan adalah kasus-kasus yang tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit," kata Yurianto saat konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Senin (13/7).
Baca juga: Risiko Penularan di Asrama Tinggi
Melihat kondisi itu, ia berpesan kepada mereka yang terpapar virus untuk melaksanakan kegiatan isolasi secara mandiri di rumah.
"Ini yang harus kita awasi agar mereka bisa menjalankan dengan baik, bisa menjalankan secara lebih ketat, dan disiplin agar dalam 14 hari melakukan isolasi mandiri bisa didapatkan hasil yang baik dan nanti menjadi negatif," ujarnya.
Yurianto menyampaikan masih banyak masyarakat di sekitar kita yang belum menjalankan protokol kesehatan dengan baik.
Ia memperhatikan banyak sekali yang belum secara disiplin dan konsisten menggunakan masker. Ini yang menjadi salah satu penyebab penambahan kasus akan terus-menerus terjadi.
"Tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak. Oleh karena itu, kami mengingatkan sekali lagi bahwa upaya mengendalikan sebaran ini kuncinya ada di kita," tegasnya.
Kunci pencegahan ada pada kesungguhan dalam mematuhi protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak setidak-tidaknya satu sampai dua meter dengan orang lain. Kemudian, penggunaan masker secara benar.
"Kita harus meyakini bahwa menggunakan masker harus dilakukan, sekalipun kita merasa berada di tengah orang-orang yang sudah kita kenal," lanjutnya.
Ia mengingatkan tetap menggunakan masker meskipun berada di dekat teman kerja yang sudah kita kenal.
"Tetap gunakan masker karena, kesalahan justru terjadi di tempat yang seperti itu," papar Yurianto.
Yurianto menggarisbawahi bahwa kita tidak tahu siapa yang terkena dan kemudian membawa virus ini yang berada di sekitar kita.
Oleh karena itu, ia menyampaikan kepada masyarakat untuk menggunakan masker dan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir sesering mungkin. Setiap individu diminta proaktif mematuhi etika berada di ruang publik, seperti kendaraan umum, tempat kerja, pasar.
"Kami memberikan beberapa contoh yang mungkin lebih mudah bahwa, penularan ini bisa dilakukan oleh droplet yang ukurannya kecil yang bisa melayang di udara dalam waktu yang relatif lama. Apalagi, ruangan itu tanpa sirkulasi udara sama sekali," pungkas Yurianto.
Sementara itu, data covid-19 per Senin (13/7) mencatat jumlah pemeriksaan spesimen mencapai 13.100 spesimen. Dari pemeriksaan spesimen tersebut, jumlah terkonfirmasi positif 1.282 orang. Total kasus positif covid-19 menjadi 76.981 kasus.
Total kasus sembuh dilaporkan adalah 1.051 orang sembuh sehingga, akumulasi totalnya menjadi 36.689 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia, Yurianto menyampaikan, 50 orang dilaporkan meninggal sehingga totalnya menjadi 3.656 orang. (OL-1)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved